Kunjungan Wisata Sleman Turun, Libur Sekolah Dibidik Dongkrak Ekonomi
Kunjungan wisata Sleman hingga Mei 2026 mencapai 3,06 juta wisatawan. Libur sekolah diproyeksikan memicu perputaran ekonomi Rp1,2 triliun.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN— Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Sleman mencapai 25.068.845 kilogram atau sekitar 25.068 ton selama periode Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp694,55 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan subsektor perikanan budidaya masih menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar di wilayah Sleman.
Data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat produksi tertinggi terjadi pada Februari 2026. Pada bulan itu, produksi mencapai 7.308.220 kilogram dengan nilai produksi sebesar Rp203,65 miliar.
Sementara itu, produksi terendah selama lima bulan pertama tahun ini terjadi pada April 2026, yakni 3.175.826 kilogram dengan nilai produksi Rp94,66 miliar.
Jika dirinci, produksi pada Januari mencapai 5.847.813 kilogram dengan nilai ekonomi Rp146,80 miliar. Produksi kemudian meningkat pada Februari sebelum turun menjadi 4.586.064 kilogram pada Maret dengan nilai produksi Rp130,69 miliar.
Penurunan berlanjut pada April, namun mulai menunjukkan perbaikan pada Mei dengan produksi mencapai 4.150.922 kilogram dan nilai produksi Rp118,75 miliar.
Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman, Tony Lukito Triwibowo, mengatakan rata-rata produksi perikanan budidaya di Sleman selama lima bulan pertama 2026 berada di kisaran 5 juta kilogram per bulan.
Produksi tersebut berasal dari berbagai komoditas perikanan budidaya yang dikembangkan masyarakat. Jenis ikan yang mendominasi antara lain nila, mas, gurami, tawes, patin, lele, bawal, udang galah, hingga gabus.
Dengan rata-rata nilai produksi lebih dari Rp138 miliar setiap bulan, sektor perikanan budidaya dinilai masih memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi ribuan pembudidaya.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan target produksi perikanan budidaya pada 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,65% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Apabila mengacu pada total produksi tahun 2025, target tersebut setara dengan tambahan produksi sekitar 361,730 ton.
Menurut Wilyada, program yang dijalankan pada 2026 tidak banyak berubah dibandingkan tahun lalu. Fokus kegiatan masih diarahkan pada pengembangan budidaya melalui berbagai demplot atau demonstration plot.
“Sebagian besar program kami adalah demplot budidaya ikan,” kata Wilyada saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tren produksi pada bulan-bulan berikutnya dapat terus meningkat. Optimalisasi budidaya, peningkatan kualitas produksi, dan penguatan akses pasar dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan pasokan ikan sekaligus meningkatkan pendapatan para pembudidaya di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Sleman hingga Mei 2026 mencapai 3,06 juta wisatawan. Libur sekolah diproyeksikan memicu perputaran ekonomi Rp1,2 triliun.
Satpol PP Bantul menertibkan reklame tak berizin dan menunggak pajak di Sedayu hingga Kasihan untuk tingkatkan PAD dan keselamatan jalan.
Tecno POVA 8 resmi debut dengan baterai 8000 mAh, layar Alive Matrix, Dimensity 7100, harga mulai Rp5 jutaan.
Istilah "soccer" ternyata lahir di Oxford, Inggris pada 1880-an, bukan ciptaan AS. Simak sejarah perjalanan kata yang memecah belah dunia sepak bola.
Piala Dunia 2026 membuat fans Indonesia harus begadang. Mayoritas pertandingan, termasuk semifinal dan final, digelar pada pukul 02.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak masyarakat aktif melaporkan judi online yang menjerat anak. Dampaknya dinilai mengancam kesehatan mental hingga prestasi bela