Dugaan Pungli Food Truck di Alkid, Kraton Ngayogyakarta Minta Pelaku Ditindak Tegas
Dugaan pungli food truck di Alkid Jogja viral. Keraton meminta Pemkot Jogja dan aparat mengusut serta menindak tegas.
Foto ilustrasi irigasi persawahan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Karangmiri, Giwangan, Kota Jogja, mengembangkan inovasi lingkungan dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai kolam budidaya ikan. Inisiatif ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengapresiasi langkah warga tersebut karena mampu mengubah potensi limbah rumah tangga menjadi sumber daya produktif. Menurutnya, sisa makanan yang sebelumnya menjadi sampah kini justru dimanfaatkan sebagai pakan ikan yang bernilai ekonomi.
“Tidak hanya sekadar mengolah sampah, tetapi sampai ke hilirnya. Multiplier effect-nya muncul dan ekonomi sirkularnya berjalan,” ujar Hasto, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, sistem yang dikembangkan warga melibatkan dasawisma dalam pengumpulan sampah organik. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi pakan ikan pada kolam-kolam yang dibangun di sepanjang saluran irigasi. Hasil panen ikan pun dapat dinikmati langsung oleh warga maupun dijual untuk menambah pendapatan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan konservasi air. Saluran irigasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kini menjadi lebih bersih dan berfungsi optimal sebagai jalur aliran air.
Hasto menilai praktik di Karangmiri dapat menjadi contoh pengembangan lingkungan berbasis gotong royong yang bisa direplikasi di wilayah lain. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui pemanfaatan yang bijak sebelum mengalirkannya ke sungai.
Sementara itu, Pinitua Tuwanggana Kelurahan Giwangan, Slamet Haryanto, mengatakan program ini berawal dari kepedulian warga terhadap kondisi saluran irigasi yang sempat kotor dan tersumbat sampah.
Warga kemudian bergotong royong membersihkan saluran dan memasang sekat untuk menyaring sampah sebelum dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan seperti nila, lele, patin, hingga bawal.
“Sekarang setiap hari ada sekitar 75 kilogram sisa makanan yang bisa kami manfaatkan sebagai pakan ikan,” jelasnya.
Menurut Slamet, hasil panen ikan tidak hanya dibagikan kepada warga, tetapi juga dijual kembali untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk pembelian benih ikan baru. Inisiatif ini kini berkembang menjadi sistem ekonomi lokal yang berputar dan berkelanjutan di tingkat kampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli food truck di Alkid Jogja viral. Keraton meminta Pemkot Jogja dan aparat mengusut serta menindak tegas.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.