Gempa Terasa di Jogja, Sejumlah Kereta Api Berhenti Luar Biasa

Sunartono
Sunartono Minggu, 28 Juni 2026 03:17 WIB
Gempa Terasa di Jogja, Sejumlah Kereta Api Berhenti Luar Biasa

Ilustrasi rangkaian kereta api. - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara akibat gempa yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, Sabtu (27/6/2026) pukul 14.48 WIB.

Langkah penghentian sementara dilakukan sebagai prosedur keselamatan untuk memastikan seluruh prasarana dan sarana dalam kondisi aman sebelum perjalanan dilanjutkan.

Sebanyak 15 perjalanan kereta api, terdiri atas KA jarak jauh, KA Bandara, hingga Commuter Line Yogyakarta–Palur, sempat mengalami penghentian luar biasa (BLB) selama 5 hingga 26 menit. Penundaan dilakukan untuk memberikan waktu kepada petugas melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, rangkaian kereta, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penghentian sementara perjalanan kereta api merupakan bagian dari standar operasional yang selalu diterapkan setiap kali terjadi gempa bumi.

"Demi keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta berhenti luar biasa sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana pascagempa," kata Feni dalam keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Sabtu.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, tim lapangan memastikan seluruh lintas dan prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi aman sehingga operasional kereta api dapat kembali dijalankan. Pemeriksaan mencakup kondisi jalur rel, jembatan, prasarana pendukung, hingga rangkaian kereta api yang melintas di wilayah Daop 6.

Beberapa perjalanan kereta yang sempat terdampak penghentian sementara antara lain KA Matarmaja, KA Argo Wilis, KA Argo Dwipangga, KA Taksaka, serta sejumlah perjalanan KA Bandara dan Commuter Line Yogyakarta–Palur.

Feni menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi akibat proses pemeriksaan tersebut.

"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang dan terima kasih atas kesabaran pelanggan. Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur wajib untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga," ujarnya.

Menurut Feni, keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama KAI dalam setiap kondisi, termasuk ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Karena itu, setiap indikasi yang berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan akan langsung ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum operasional kembali dibuka.

Saat ini, seluruh perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta telah kembali beroperasi normal sesuai jadwal setelah hasil inspeksi menyatakan seluruh jalur, prasarana, dan sarana aman untuk dilalui.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online