Perempuan Bangsa DIY Panaskan Mesin Politik, Bidik PKB Menang di 2029

Sunartono
Sunartono Senin, 06 Juli 2026 21:07 WIB
Perempuan Bangsa DIY Panaskan Mesin Politik, Bidik PKB Menang di 2029

Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPW Perempuan Bangsa DIY, mulai memanaskan mesin politik lebih awal menjelang Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026).

Sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa DIY, memulai langkah konsolidasi organisasi lebih dini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Upaya tersebut diawali melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) yang berlangsung di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026).

Muswil dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, Wakil Bendahara DPP Perempuan Bangsa Dwi Yuni, Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY Nyai Hj. Fathimatuzzahro, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin, serta jajaran pengurus tingkat wilayah hingga kabupaten/kota se-DIY.

Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menilai Muswil menjadi momentum penting untuk membentuk kepengurusan baru yang memiliki kreativitas dan produktivitas tinggi. Menurutnya, penguatan sumber daya organisasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2029.

"Semakin banyak perempuan terlibat, saya yakin partai akan semakin besar, semakin kuat, dan semakin produktif. Karena itu Perempuan Bangsa harus terus bergerak, memperkuat organisasi, memperluas basis dukungan masyarakat, dan menjadi kekuatan utama dalam memenangkan PKB," ujar Umaruddin Masdar.

Umaruddin juga memaparkan bahwa keterwakilan perempuan di jajaran pengurus inti DPW PKB DIY telah mencapai 53 persen. Bahkan, posisi Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY kini diemban oleh seorang perempuan sebagai wujud komitmen partai terhadap kepemimpinan yang inklusif.

Ia menegaskan bahwa organisasi membutuhkan pengurus yang aktif bekerja di tengah masyarakat, bukan sekadar tercantum dalam struktur kepengurusan.

"Kita tidak membutuhkan kepengurusan yang hanya tertulis dalam Surat Keputusan. Kita membutuhkan pengurus yang benar-benar hadir, bekerja, dan berkeringat bersama masyarakat," tambahnya.

Ketua Dewan Pembina DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh menekankan bahwa keterwakilan perempuan dalam politik tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuota 30 persen calon legislatif sebagaimana diatur dalam regulasi pemilu.

Menurutnya, kehadiran perempuan di lembaga legislatif penting agar pengalaman dan kebutuhan perempuan dapat tercermin dalam proses penyusunan kebijakan.

"Pengalaman perempuan tidak bisa diwakilkan. Pengalaman biologis seperti menstruasi, kehamilan, hingga melahirkan hanya dialami perempuan. Karena itu perempuan harus hadir dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan. Kalau bukan perempuan yang memperjuangkan kepentingan perempuan, lalu siapa lagi?" tegas Nihayatul.

Anggota DPR RI tersebut menjelaskan bahwa berbagai kebijakan publik yang responsif gender maupun regulasi perlindungan anak lahir berkat peran legislator perempuan. Karena itu, kader Perempuan Bangsa didorong tidak hanya aktif menggerakkan organisasi, tetapi juga berani maju sebagai pemimpin dan calon anggota legislatif di berbagai tingkatan.

Strategi Perluas Basis Dukungan Menuju Pemilu 2029

Menghadapi Pemilu 2029, Perempuan Bangsa mengusung visi "Bergerak Bersama, Berdaya Bersama" sebagai arah perjuangan organisasi.

Strategi yang disiapkan meliputi perluasan jejaring ke berbagai sektor, seperti pelaku UMKM, tenaga pendidik, komunitas profesi, aktivis, hingga kelompok pemilih muda dari kalangan milenial dan Gen Z. Pendekatan tersebut diperkuat melalui kegiatan di bidang pendidikan, peningkatan ekonomi keluarga, kesehatan, serta advokasi hak-hak perempuan.

Forum Muswil juga menjadi momentum memperkuat struktur organisasi hingga tingkat cabang, ranting, dan anak ranting. Melalui reorganisasi tersebut, Perempuan Bangsa DIY berharap mampu mencetak kader yang aktif mendampingi masyarakat sekaligus memperkuat basis suara PKB di DIY pada Pemilu 2029.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online