BEDAH BUKU: Literasi Jadi Kunci Tangkal Tengkes
Kemampuan literasi keluarga menjadi kunci utama dalam penanganan dan mitigasi tengkes (stunting).
Manager Corporate Communication Dompet Dhuafa, Taufan Yusuf Nugroho (kanan) dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jogjakarta, Zahron. /Dok Harian Jogja.
JOGJA—Berkat konsistensi dalam mengintegrasikan lima pilar program dengan prinsip keadilan sosial, Dompet Dhuafa dinobatkan sebagai Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 yang digelar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (15/7).
Penghargaan ini menegaskan keberhasilan lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) secara modern, amanah, dan tepat sasaran.
Manager Corporate Communication Dompet Dhuafa, Taufan Yusuf Nugroho mengatakan bahwa dalam menjalankan operasionalnya, Dompet Dhuafa selalu berpegang teguh pada lima pilar. Lima pilar itu menjadi acuan dasar berbagai kegiatan filantropi yang dilaksanakan Dompet Dhuafa.
"Kelima pilar itu masing-masing yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemanusiaan, dakwah dan budaya. Itu menjadi pilar program kami," kata Taufan seusai penyerahan penghargaan JBBA 2026, Rabu.
Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam sekaligus lembaga kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat (empowering people) dan kemanusiaan. Pemberdayaannya yang dilakukan Dompet Dhuafa berbasis melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf) serta dana sosial lainnya yang terkelola secara modern dan amanah.
Jogja, kata dia, menjadi pijakan awal lahirnya Dompet Dhuafa yang kini terus bertumbuh dengan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan yang berkeadilan.
Taufan merasa tersanjung atas penghargaan yang diberikan JBBA kepada Dompet Dhuafa. Penghargaan yang dianugerahkan menurut Taufan akan menjadi penyemangat Dompet Dhuafa untuk menyebarkan kebaikan yang berkeadilan sosial.
"Terima kasih atas penghargaannya yang diberikan kepada Dompet Dhuafa dalam ajang JBBA 2026 ini dari Harian Jogja. Tentu ini menjadi penyemangat yang lebih lagi untuk Dompet Dhuafa melanjutkan kerja-kerja kebaikan dan respons kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di dunia, dengan tentunya dengan berbagai program pemberdayaan yang mungkin nanti bisa terus memberdayakan masyarakat-masyarakat duafa untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera," ujar dia.
Aspek Keadilan
Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jogjakarta, Zahron menjelaskan bahwa aspek keadilan sosial memang coba terus diimplementasikan oleh Dompet Dhuafa dalam setiap kegiatannya. "Jadi ini juga menjadi sebuah tantangan bagi kami agar menempatkan segala sesuatu, jadi kami mengelola dana-dana masyarakat, dana-dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf tentunya," kata Zahron.
Aspek keadilan ini diterapkan Dompet Dhuafa dengan menempatkan porsi pengelolaan dana yang diterima sesuai dengan peruntukannya. "Jadi keadilan di sini menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang sudah digariskan. Misalkan zakat peruntukannya untuk delapan asnaf, fakir, miskin, dan lain-lainnya," ujar dia.
Penghargaan yang diperoleh Dompet Dhuafa dari JBBA 2026, menurut Zahron, justru menjadi pengingat agar lembaga terus menyalurkan dana yang diamanahkan sesuai peraturan yang ada.
Menurut dia, gelaran seperti JBBA seharusnya memang bis mendorong lembaga filantropi untuk terus timbuh dan berkembang. Tidak sekadar tumbuh secara angka, tetapi juga berkembang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Sementara Ketua Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, mengatakan salah satu alasan pihaknya memilih Dompet Dhuafa sebagai salah satu peraih penghargaan JBBA tahun ini adalah keberhasilan mereka mengubah wajah zakat dan donasi menjadi lebih profesional dan transparan melalui laporan digital real-time. “Mereka berhasil membangun budaya ‘Berbagi yang Berdampak’.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemampuan literasi keluarga menjadi kunci utama dalam penanganan dan mitigasi tengkes (stunting).
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan mitigasi bencana, simulasi, dan evakuasi di SD Muhammadiyah Kalipakem I
Pemerintah memastikan program B50 tidak mengurangi ekspor CPO Indonesia. Kebutuhan biodiesel dan pasar ekspor disebut tetap bisa berjalan bersamaan.
Kenali fungsi tombol AC mobil: recirculation, A/C, defogger, dan AUTO. Gunakan dengan tepat agar kabin cepat dingin, hemat energi, dan berkendara lebih aman
Timnas Voli Putra Indonesia gagal juara SEA V Cup 2026. Pelatih mengungkap kelemahan tim dan peluang bangkit di seri kedua di Indonesia.