Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Wakil Ketua PWI Pokja Gunungkidul, Suharjono (kanan) saat mendaftar sebagai bakal calon lurah Ngunut, Rabu (23/7).Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bursa bakal calon lurah dalam Pemilihan Lurah (Pilur) di Gunungkidul tahun ini tidak hanya diikuti para petahana. Sejumlah warga dari berbagai latar belakang profesi ikut meramaikan kontestasi, mulai dari wartawan hingga pekerja seni yang berprofesi sebagai master of ceremony (MC).
Menjelang penutupan pendaftaran pada Kamis (23/7/2026) pukul 18.00 WIB, sejumlah nama mulai menyerahkan berkas pencalonan di beberapa kalurahan yang menggelar Pilur.
Di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, hingga Kamis (23/7/2026) pukul 15.00 WIB tercatat sudah ada tiga bakal calon yang berminat maju sebagai lurah. Salah satunya adalah wartawan sekaligus pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gunungkidul, Suharjono.
"Saya secara resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Ngawu kemarin [Rabu 22/7/2026]," kata Suharjono, Kamis.
Suharjono mengaku ingin mengabdikan kemampuan yang dimilikinya untuk membangun Kalurahan Ngawu. Menurut dia, pemangkasan dana desa dari Pemerintah Pusat menjadi tantangan yang harus dihadapi karena kemampuan fiskal kalurahan yang terbatas.
Dalam kondisi tersebut, dibutuhkan upaya pengembangan potensi desa secara mandiri agar dapat dimaksimalkan. Konsep pemberdayaan warga, pengembangan jaringan, dan relasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi hal penting dalam pembangunan desa.
"Kalurahan harus benar-benar berinovasi dan tidak boleh berdiam diri. Potensi utama di kalurahan adalah pertanian, maka harus dilakukan upaya modernisasi dan digitalisasi untuk optimalisasi. Saya juga akan mengajak kaum muda agar lebih berperan dalam upaya pembangunan," kata Wakil Ketua Pokja PWI Gunungkidul ini.
Sementara itu, di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, muncul bakal calon dari kalangan pekerja seni yang menggeluti dunia MC. Adnan Yuniar Kumoro Jati secara resmi mendaftarkan diri kepada panitia pemilihan pada Kamis siang.
"Berkas sudah saya masukan ke panitia," kata Aat, sapaan akrabnya.
Aat menjelaskan, keputusan maju dalam Pilur didasari semangat pengabdian dan keinginannya memajukan Kalurahan Baleharjo. Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan aman, damai, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan demokrasi yang sehat.
"Visi saya mewujudkan Baleharjo yang Maju, Guyub, Transparan, Berbudaya melalui pemerintahan yang siap melayani serta melibatkan peran warga menuju kesejahteraan bersama," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan pendaftaran bakal calon lurah ditutup pada Kamis pukul 18.00 WIB.
Pilur tahun ini dilaksanakan di 31 kalurahan di Gunungkidul. Hingga pukul 15.00 WIB, sudah ada 23 lurah petahana yang kembali maju untuk periode delapan tahun ke depan.
"Pilur dilaksanakan di 31 kalurahan, hingga sekarang sudah ada 23 lurah petahana yang menyerahkan berkas pendaftaran," kata Kriswantoro.
Menurut dia, terdapat enam lurah yang tidak kembali maju, yakni di Kalurahan Siraman di Kapanewon Wonosari, Kalurahan Ngunut di Kapanewon Playen, dan Kalurahan Bulurejo di Kapanewon Semin. Selain itu, lurah yang tidak lagi maju juga berada di Kalurahan Watusigar di Kapanewon Ngawen dan Kalurahan Botodayaan di Kapanewon Rongkop.
"Untuk Lurah Jurangjero, Ngawen, tidak masuk petahana karena majunya di pilihan lurah di Kalurahan Kampung," katanya.
Adapun untuk Kalurahan Ngloro di Kapanewon Saptosari dan Kalurahan Sampang di Kapanewon Gedangsari, status bakal calonnya bukan petahana karena merupakan mantan lurah.
"Untuk Ngloro dan Sampang, calonnya memang sempat menjabat lurah di wilayah masing-masing. Tapi, bukan sebagai petahana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.
PT Jogja Makmur Sejahtera merayakan satu tahun perjalanan dengan menyalurkan bantuan 32 tangki air bagi warga Gunungkidul bersama Dompet Dhuafa
Komisi C DPRD Kota Jogja menekankan empat prinsip pelaksanaan program OPD serta menyoroti mitigasi banjir dan kebakaran di kawasan kampung.
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026. Pasokan dialihkan untuk kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.