PBB Bantul Tembus Rp34,8 Miliar, Insentif Kalurahan Disiapkan
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus perusakan rumah warga di Jeblog, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, memasuki babak baru setelah korban resmi membuat laporan ke Polres Bantul. Peristiwa yang diduga melibatkan sekelompok penagih utang itu kini dalam penanganan kepolisian.
Polres Bantul memastikan laporan korban telah diterima dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebelumnya, keributan yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) malam itu menyebabkan kerusakan sejumlah perabot rumah serta menimbulkan trauma bagi penghuni rumah, termasuk seorang anak berusia empat tahun dan ibu korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan aparat telah mendatangi lokasi begitu menerima informasi mengenai keributan tersebut.
"Begitu menerima laporan adanya keributan di lokasi, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Kehadiran anggota saat itu bertujuan untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin berkembang dan memastikan kondisi keamanan masyarakat tetap kondusif," kata Rita.
Menurut dia, langkah awal yang dilakukan petugas adalah mengamankan situasi dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi.
"Petugas langsung melakukan langkah-langkah kepolisian di lapangan, mengamankan situasi, sekaligus meminta keterangan awal dari pihak-pihak yang berada di lokasi. Prioritas kami saat itu adalah mencegah terjadinya eskalasi yang dapat membahayakan masyarakat," tambahnya.
Rita menegaskan laporan resmi dari korban kini telah diterima oleh Polres Bantul.
"Korban saat ini sudah membuat laporan resmi ke Polres Bantul. Laporan tersebut sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya.
Korban dalam peristiwa tersebut, Yusuf Wahyudi, 37, mengaku rumahnya didatangi rombongan berjumlah belasan orang.
Menurut Yusuf, rombongan tersebut datang menggunakan empat mobil dan beberapa sepeda motor.
Ia juga menduga sebagian dari mereka membawa senjata tajam saat mendatangi rumahnya di Jeblog, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Akibat kejadian itu, sejumlah barang di dalam rumah mengalami kerusakan.
Sebuah lemari etalase milik ibunya yang digunakan untuk berjualan dilaporkan rusak. Selain itu, dua lemari lain di dalam rumah juga mengalami kerusakan.
Hingga keesokan harinya, pecahan kaca dan batu masih ditemukan di dalam rumah maupun di area etalase.
Yusuf menuturkan rangkaian kejadian bermula pada siang hari ketika dirinya menerima telepon dari kakak perempuannya yang tinggal di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman.
Saat itu, kakaknya mengaku didatangi sejumlah orang yang diduga penagih utang terkait tunggakan pembayaran mobil.
“Kakak saya kan bilang dibentak-bentak gitu. Nah, saya kan langsung ke sana. Ke sana, nggak tahu itu urusannya itu mobil telatnya berapa saya kan nggak tahu. Yang penting kan saya, ya masak kakak saya wanita digetak-getak saya kan ya juga emosi gitu kan,” kata Yusuf.
Setelah tiba di rumah kakaknya, Yusuf menyebut kendaraan Toyota Rush yang menjadi objek persoalan kemudian dipindahkan oleh anggota keluarga ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan bukan untuk menghilangkan kendaraan, melainkan agar mobil tidak langsung ditarik sebelum urusan tunggakan diselesaikan.
Ia mengatakan kakaknya berencana menyelesaikan kewajiban pembayaran pada hari berikutnya.
Yusuf menyebut nilai pembiayaan kendaraan itu sekitar Rp50 juta dan telah diangsur kurang lebih 15 kali.
“Maksudnya dibawa itu tidak bawa-bawa lari. Takutnya ditarik gitu toh. Wong besok kan mau diurus gitu,” katanya.
Setelah pulang ke rumahnya di Kasihan, Yusuf mengaku didatangi rombongan yang diduga mencari dirinya sekitar waktu Magrib.
“Nantang-nantang saya. Dikira saya yang backup dikira saya yang gimana,” katanya.
Menurut Yusuf, sempat dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.
Dalam pertemuan itu, rombongan tersebut disebut meminta uang Rp25 juta yang disebut sebagai BT atau uang makan.
Yusuf mengaku saat itu berupaya melakukan negosiasi bersama sejumlah rekannya.
“Dinego tetapi baru nego-negoan saya diserang,” katanya.
Situasi kemudian berubah menjadi ricuh.
Yusuf mengaku melihat salah seorang dari rombongan membawa celurit sehingga dirinya memilih menyelamatkan diri melalui bagian belakang rumah.
Saat kejadian berlangsung, di dalam rumah terdapat ibunya dan anaknya yang masih berusia empat tahun.
“Ngoyak (kejar saya). Mamak (ibu saya) semaput (pingsan). Anak saya gendong, saya lewat belakang (rumah kabur). Tapi saya dengar ‘dar der dar der, pyar pyar’ (suara kaca pecah),” katanya.
Keesokan harinya, Yusuf mendapati sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan.
Ia juga menyebut sebuah sepeda motor Honda Vario sempat dibawa oleh rombongan tersebut sebelum akhirnya dikembalikan.
Menurut Yusuf, dampak kejadian itu masih dirasakan keluarganya hingga sekarang.
Anaknya yang masih berusia empat tahun dan ibunya disebut masih mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Motor bertangki besar kembali dilirik karena mampu menempuh jarak lebih jauh. Berikut daftar motor dengan kapasitas tangki di atas 10 liter.
Lustrum XIII SMPN 1 Piyungan digelar 30 Juli-2 Agustus 2026 dengan bakti sosial, seminar nasional, Munas alumni, hingga pagelaran wayang.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Rehan/Gloria tersingkir dari China Open 2026 usai kalah dari unggulan Denmark. Indonesia kehilangan dua wakil di babak 16 besar. Lima wakil tersisa siap bertand
WhatsApp rilis 4 fitur baru: edit PDF, bagikan lagu ke Status, pengalaman berkendara lebih aman, dan daftar akun dari iPad.