Sekolah Rakyat Kulonprogo Rampung 100 Persen Siap Sambut Siswa

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Sabtu, 01 Agustus 2026 16:17 WIB
Sekolah Rakyat Kulonprogo Rampung 100 Persen Siap Sambut Siswa

Potret ruang kelas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo yang telah rampung pembangunannya kini sudah dimanfaatkan para peserta didik jenjang SD / Harian Jogja-Khairul Ma'arif

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulonprogo resmi mencapai tahap akhir dan dinyatakan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Seluruh fasilitas utama maupun pendukung telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan menjelang operasional sekolah.

Kesiapan tersebut ditandai dengan rampungnya pembangunan berbagai sarana pendidikan, mulai dari gedung sekolah, asrama siswa, ruang makan, dapur, gedung serbaguna hingga masjid. Kehadiran fasilitas yang lengkap diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus mendukung kebutuhan peserta didik yang tinggal di lingkungan sekolah.

Peserta didik juga mulai berdatangan sejak Jumat (31/7/2026) untuk menempati kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) DIY Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Haryo Satriyawan, memastikan proyek strategis tersebut selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut dia, tidak ada keterlambatan dalam pelaksanaan pembangunan sehingga seluruh fasilitas sudah dapat digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan.

“Siap untuk menerima pembelajaran dari siswa-siswi. Jadi sudah siap dari sisi gedung sekolahnya, kemudian asramanya, ruang makan, dapur, gedung serbaguna, dan bahkan juga masjid sudah dipakai untuk salat Jumat bersama,” ujar Haryo Satriyawan kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Meski bangunan telah selesai dan siap difungsikan, aktivitas di kawasan sekolah masih terus berlangsung dalam bentuk penyelesaian akhir atau final cleaning. Tahap ini meliputi pembersihan area bangunan, penataan lingkungan, serta penyempurnaan detail-detail kecil agar seluruh kawasan berada dalam kondisi optimal saat digunakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah bersih, tertata, aman, dan nyaman bagi para siswa sejak hari pertama kegiatan belajar berlangsung.

Haryo menjelaskan bahwa Kementerian PU tidak hanya bertanggung jawab hingga tahap pembangunan selesai. Pemerintah juga menyiapkan masa pemeliharaan selama enam bulan untuk memastikan seluruh infrastruktur tetap berada dalam kondisi baik setelah digunakan.

“Saat ini sudah selesai semua. Pembersihan-pembersihan di lingkungan sekolah nanti tetap kami lakukan karena kami masih ada masa pemeliharaan selama 6 bulan dari Kementerian PU,” katanya.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian pemerintah pusat karena masuk dalam agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat.

Melalui konsep sekolah terintegrasi, peserta didik tidak hanya memperoleh ruang belajar, tetapi juga fasilitas pendukung yang memungkinkan proses pendidikan berlangsung lebih optimal. Asrama, ruang makan, sarana olahraga, hingga tempat ibadah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang disiapkan pemerintah.

Kementerian PU berharap keberadaan infrastruktur yang memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan karakter maupun kemampuan akademik peserta didik.

Menurut Haryo, pembangunan yang telah selesai ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi pada pembangunan nasional di masa mendatang.

“Jadi intinya kami dari Kementerian PU dalam menyiapkan infrastruktur berupa bangunan sekolah ini sudah siap digunakan, dan semoga bisa menambah kenyamanan siswa-siswi di sini belajar dan nantinya bisa mencetak Indonesia Emas 2045, sesuai dengan Nawa Cita Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo, pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi peserta didik sekaligus menjadi salah satu model pengembangan pendidikan berasrama yang inklusif dan berkualitas di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online