Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti Saladin Camp di Jogja

Newswire
Newswire Senin, 03 Agustus 2026 18:57 WIB
Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti Saladin Camp di Jogja

Sebanyak 413 peserta mengikuti Saladin Camp Batch 7 di Jogja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 413 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Saladin Camp Batch 7 yang diselenggarakan Saladin Community bersama Ummah Internasional di Jogja pada 17–29 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji dan BLPT Jogja tersebut menghadirkan peserta dari beragam latar belakang, mulai akademisi, pengusaha, aktivis, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan penguatan keilmuan yang terbagi dalam sejumlah jenjang.

Inisiator program, Ghufron Mustaqim, menjelaskan Saladin Camp merupakan bagian dari program Saladin Community yang berada di bawah organisasi Ummah Internasional. Menurutnya, gerakan tersebut dibangun di atas prinsip bahwa ilmu pengetahuan menjadi fondasi perubahan, pembebasan, dan pembangunan peradaban.

"Kami bergerak di atas prinsip bahwa ilmu pengetahuan membawa pada perubahan, pembebasan dan peradaban. Saya mengajak kepada kita semua untuk bergabung di Ummah Internasional untuk menjadi generasi pembebas Masjid al-Aqsa dan Baitul Maqdis di masa yang akan datang," ujar Ghufron Mustaqim sebagaimana dikutip Senin (3/7/2026).

Selama penyelenggaraan Saladin Camp, peserta mengikuti berbagai materi yang disusun secara bertahap. Pembahasan dimulai dari Apa Bencana yang dialami Umat Muslim, Pembebasan Akal dengan Ilmu, serta Perbedaan Ilmu dan Ma'rifah. Selain itu, peserta juga mendalami Perhatian Al-Quran terhadap Baitul Maqdis, Strategi dan Langkah Pembebasan Baitul Maqdis Rasulullah saw, Teori Lingkaran Berkah Baitul Maqdis, hingga Tadabbur Surat Al Isra'.

Telah Meluluskan Lebih dari 1.000 Alumni

Ummah International dijelaskan sebagai gerakan tajdid atau pembaruan Islam yang menghimpun kalangan pengusaha, profesional, dan intelektual untuk menjalani pertumbuhan spiritual, intelektual, serta fisik demi membentuk generasi pemimpin yang layak menyandang gelar Amīn al-Ummah, yakni sosok yang dipercaya oleh umat.

Proses kaderisasi tersebut diwujudkan melalui Saladin Camp yang hingga penyelenggaraan Batch 7 telah meluluskan lebih dari 1.000 alumni.

Pakar studi keislaman Prof. Abd al-Fattah El-Awaisi menegaskan bahwa seluruh ilmu yang dipelajari selama pelatihan harus diwujudkan dalam bentuk amal dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

"Ilmu bertransformasi menjadi amal dan aksi yang nyata. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal dan menjadi sumber harapan, serta membentuk identitas," ungkap Prof. Abd al-Fattah El-Awaisi.

Ia menambahkan perubahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum berkembang menjadi perubahan yang lebih luas.

Ilmu membawa perubahan dan perubahan itu di mulai dari diri sendiri, yang akhirnya akan membawa pada pembebasan dan peradaban.

"Karenanya, seorang al-Maqdisi adalah mereka yang memikul amanah dan tanggungjawab yang besar untuk pembebasan, dan dia berjuang dinegaranya sesuai dengan kemampuan yang dia miliki," tambahnya.

Pada kelas eksekutif, Prof. Abd al-Fattah mengajak peserta berdiskusi secara strategis mengenai perluasan pengetahuan di seluruh Indonesia hingga tingkat global. Ia juga memberikan nasihat tazkiyah agar peserta terus menjaga kualitas spiritual dalam setiap langkah perjuangan.

Ia berharap kepada seluruh peserta agar mengerahkan seluruh kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan kontribusi terhadap pembebasan Baitul Maqdis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online