Disdik Sleman Dukung Wacana Siswa Tinggal Kelas, Ini Pertimbangannya
Disdik Sleman menilai wacana tinggal kelas perlu mengacu pada standar kompetensi, tanggung jawab, karakter, dan kehadiran siswa.
Kebakaran vegetasi Merapi akibat awan panas, namun kini sudah dipadamkan. /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN— Awan panas guguran Gunung Merapi yang meluncur sekitar 2.000 meter pada Jumat (28/8/2026) malam mencapai batas vegetasi dan memicu kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Balai TNGM memastikan api tidak berkembang menjadi kebakaran hutan besar dan berdasarkan pemantauan terbaru telah padam.
Kepala Balai TNGM, T Heri Wibowo, mengatakan awan panas guguran tersebut terpantau pada Jumat pukul 21.22 WIB berdasarkan kamera pemantau aktivitas vulkanik milik BPPTKG. Awan panas diperkirakan meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, menuju hulu Kali Sat atau Kali Putih.
Awan panas guguran kemudian mencapai batas vegetasi sehingga menyebabkan tumbuhan di kawasan tersebut terbakar. Meski demikian, pantauan visual petugas yang berada di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam menunjukkan api tidak berkembang semakin besar.
Kondisi kebakaran kembali mendapat perhatian setelah Balai TNGM menerima laporan masyarakat pada Sabtu (29/8/2026) pagi. Laporan tersebut menyebutkan adanya kebakaran di area Babadan, sisi barat laut Gunung Merapi.
Petugas TNGM kemudian melakukan pengamatan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari pemantauan tersebut, petugas sempat menemukan kepulan asap di sekitar lokasi yang dilaporkan.
Namun, pengecekan lebih lanjut di sekitar lokasi menunjukkan tidak ditemukan lagi api. Kebakaran vegetasi tersebut telah padam ketika petugas melakukan pemeriksaan.
Pemantauan kemudian dilanjutkan dari sejumlah titik pengawasan. Hingga Sabtu siang, pengamatan dari Menara Kebakaran Hutan Jurang Jero tidak menemukan adanya kepulan asap.
Hal serupa terlihat dari Pos Gunung Merapi di Babadan. Petugas tidak mendapati tanda-tanda munculnya asap maupun api di kawasan tersebut.
Meski api telah padam, Balai TNGM belum menghentikan pengawasan. Pemantauan tetap dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api kembali.
Pengawasan dilakukan melalui pemantauan visual, peninjauan langsung ke lapangan, serta Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI). Sistem tersebut digunakan untuk memantau keberadaan titik api di kawasan.
Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran juga diperkuat dengan kesiapsiagaan personel. Balai TNGM telah menyiagakan Pos Koordinasi Kebakaran Hutan di Kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Srumbung, Magelang.
Personel dari unsur aparatur sipil negara, Manggala Agni, masyarakat mitra polisi kehutanan, dan Masyarakat Peduli Api turut disiagakan untuk melakukan penjagaan.
Balai TNGM mengimbau masyarakat ikut membantu pengawasan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Apabila menemukan kebakaran hutan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani.
Laporan dapat disampaikan melalui Posko Kebakaran Hutan atau layanan hotline Balai TNGM di nomor 081555777002.
Dengan pemantauan dari darat, kamera pemantau, dan SIPONGI, Balai TNGM terus memastikan kondisi kawasan pascakebakaran vegetasi yang dipicu awan panas guguran Gunung Merapi tersebut tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menilai wacana tinggal kelas perlu mengacu pada standar kompetensi, tanggung jawab, karakter, dan kehadiran siswa.
Persib Bandung unggul 1-0 atas The Cong-Viettel pada babak pertama ACL 2 2026/2027. Mariano Peralta mencetak gol melalui penalti menit ke-44.
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.