123.779 KK Sleman Sudah Daftar Perlinsos, Mayoritas Lewat Agen
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
Kebakaran vegetasi Merapi akibat awan panas, namun kini sudah dipadamkan. /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN— Awan panas guguran Gunung Merapi yang meluncur sekitar 2.000 meter pada Jumat (28/8/2026) malam mencapai batas vegetasi dan memicu kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Balai TNGM memastikan api tidak berkembang menjadi kebakaran hutan besar dan berdasarkan pemantauan terbaru telah padam.
Kepala Balai TNGM, T Heri Wibowo, mengatakan awan panas guguran tersebut terpantau pada Jumat pukul 21.22 WIB berdasarkan kamera pemantau aktivitas vulkanik milik BPPTKG. Awan panas diperkirakan meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, menuju hulu Kali Sat atau Kali Putih.
Awan panas guguran kemudian mencapai batas vegetasi sehingga menyebabkan tumbuhan di kawasan tersebut terbakar. Meski demikian, pantauan visual petugas yang berada di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam menunjukkan api tidak berkembang semakin besar.
Kondisi kebakaran kembali mendapat perhatian setelah Balai TNGM menerima laporan masyarakat pada Sabtu (29/8/2026) pagi. Laporan tersebut menyebutkan adanya kebakaran di area Babadan, sisi barat laut Gunung Merapi.
Petugas TNGM kemudian melakukan pengamatan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari pemantauan tersebut, petugas sempat menemukan kepulan asap di sekitar lokasi yang dilaporkan.
Namun, pengecekan lebih lanjut di sekitar lokasi menunjukkan tidak ditemukan lagi api. Kebakaran vegetasi tersebut telah padam ketika petugas melakukan pemeriksaan.
Pemantauan kemudian dilanjutkan dari sejumlah titik pengawasan. Hingga Sabtu siang, pengamatan dari Menara Kebakaran Hutan Jurang Jero tidak menemukan adanya kepulan asap.
Hal serupa terlihat dari Pos Gunung Merapi di Babadan. Petugas tidak mendapati tanda-tanda munculnya asap maupun api di kawasan tersebut.
Meski api telah padam, Balai TNGM belum menghentikan pengawasan. Pemantauan tetap dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api kembali.
Pengawasan dilakukan melalui pemantauan visual, peninjauan langsung ke lapangan, serta Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI). Sistem tersebut digunakan untuk memantau keberadaan titik api di kawasan.
Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran juga diperkuat dengan kesiapsiagaan personel. Balai TNGM telah menyiagakan Pos Koordinasi Kebakaran Hutan di Kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Srumbung, Magelang.
Personel dari unsur aparatur sipil negara, Manggala Agni, masyarakat mitra polisi kehutanan, dan Masyarakat Peduli Api turut disiagakan untuk melakukan penjagaan.
Balai TNGM mengimbau masyarakat ikut membantu pengawasan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Apabila menemukan kebakaran hutan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani.
Laporan dapat disampaikan melalui Posko Kebakaran Hutan atau layanan hotline Balai TNGM di nomor 081555777002.
Dengan pemantauan dari darat, kamera pemantau, dan SIPONGI, Balai TNGM terus memastikan kondisi kawasan pascakebakaran vegetasi yang dipicu awan panas guguran Gunung Merapi tersebut tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.
Keluarga penumpang Virgo Transport 8 masih menanti kabar setelah kapal kecelakaan di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang telah dievakuasi.
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Prabowo menegaskan BRICS punya peran strategis memperkuat suara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.