Presiden Dewan ICAO Soroti Kesiapan Navigasi Udara Indonesia
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.
Prof Puji Lestari mengenalkan Teori Komunikasi Hati untuk memperkuat karakter dan ketahanan mental siswa di era digital. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Prof. Puji Lestari menilai penguatan karakter menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah maraknya berbagai persoalan sosial dan perilaku di kalangan remaja.
Menurut dia, sejumlah fenomena seperti perkelahian antarremaja, bullying, cyberbullying, konflik antarteman dan keluarga menunjukkan masih adanya persoalan karakter yang menjadi sumber permasalahan di masyarakat. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut Sosialisasi dan Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa yang diselenggarakan di SMKN 1 Girisubo, Kamis (10/9/2026).
Puji mengatakan karakter bukan sekadar sesuatu yang terlihat ketika seseorang sedang dinilai. Karakter justru tercermin dari cara seseorang berpikir, berbicara, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pembentukan karakter menurutnya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembiasaan. Proses tersebut melibatkan pikiran, perasaan, sekaligus tindakan agar nilai-nilai karakter tidak berhenti pada pemahaman, tetapi menjadi bagian dari perilaku.
"Membangun karakter tidak bisa instan. Karakter harus dibangun sejak dini bersama lingkungan yang relevan. Siswa masih memiliki kesempatan yang sangat besar untuk membangun karakter demi masa depan yang gemilang. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk membangun pikiran dan hati dengan penuh empati. Mari melakukan komunikasi hati dalam berbagai situasi agar tercipta kedamaian hati," ujar Prof. Puji Lestari dikutip Minggu (13/9/2026).
Kenalkan Teori Komunikasi Hati
Sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian, ia memperkenalkan Teori Komunikasi Hati. Pendekatan tersebut menempatkan pembentukan karakter sebagai proses yang dimulai dari kemampuan mengelola pikiran, perasaan, dan hubungan antarmanusia.
Teori Komunikasi Hati tersebut dibangun atas empat unsur utama, yakni olah pikir, olah rasa, empati, dan kedamaian hati. Keempat unsur itu menjadi pendekatan untuk membantu siswa mengenali sekaligus mengelola kondisi diri ketika menghadapi berbagai persoalan.
Olah pikir diarahkan untuk mengubah pikiran negatif menjadi hal-hal positif. Sementara olah rasa membantu mengubah perasaan negatif menjadi motivasi dan energi positif. Olah rasa juga mendorong kemampuan mengenali serta mengendalikan emosi agar tidak berkembang menjadi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sementara empati mengajarkan pentingnya memahami perasaan orang lain.
Adapun kedamaian hati membentuk pribadi yang mampu menghadapi tekanan hidup dengan tenang dan menyelesaikan konflik secara bijaksana. Sikap tersebut juga diharapkan membuat seseorang tidak mudah bertindak impulsif, memiliki perasaan damai yang dilandasi rasa syukur, serta tangguh menghadapi berbagai ujian hidup.
Penyampaian materi di SMKN 1 Girisubo berlangsung hangat dan interaktif. Prof. Puji tidak hanya memberikan paparan, tetapi juga mengajak para siswa berdialog mengenai berbagai pengalaman yang mereka alami.
Diskusi turut membahas fenomena yang belakangan banyak beredar di media sosial, termasuk konten mengenai perundungan dan tindakan bunuh diri yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial Tiktok, termasuk kasus di Gunungkidul.
Menurut Prof. Puji, berbagai fenomena tersebut menunjukkan pentingnya membangun ketahanan mental dan kemampuan mengelola emosi sejak usia sekolah. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter agar siswa mampu menghadapi tekanan dan persoalan tanpa mengambil tindakan yang merugikan.
"Kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang lain merespons kita. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita tetap mampu mengendalikan diri dan memilih untuk tetap merespon orang lain dengan berbuat baik," pesannya kepada para siswa.
Kepala SMKN 1 Girisubo, Nugroho Wibowo, berharap materi Komunikasi Hati dapat menjadi bekal bagi siswa dan guru yang mengikuti acara tersebut. Materi itu diharapkan membantu mereka mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan maupun dunia kerja.
"penguatan karakter sangat dibutuhkan oleh siswa yang berasal dari beragam latar belakang. Sebagai sekolah yang berada di kawasan pesisir dan perbatasan, para siswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi keluarga hingga persoalan kesehatan mental," ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Demas Kursiswanto, juga menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan sikap tahan uji pada generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, fondasi moral yang kokoh serta ketahanan mental perlu dibentuk sejak dini agar para siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi dinamika persaingan global.
"Pendidikan tidak sekadar menuntut kecerdasan akademis semata, tetapi yang paling utama adalah membentuk karakter anak yang tangguh, santun, dan tahan uji," ujar Demas.
Sementara itu, Kepala Seksi Layanan Balai Dikmen Gunungkidul Suryanto menjelaskan tantangan pembentukan karakter siswa di daerah pinggiran dinilai menghadapi berbagai hambatan, termasuk kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terbatas.
Di sisi lain, derasnya arus informasi melalui media digital tidak dapat dibatasi. Karena itu, literasi digital dinilai perlu diperkuat melalui pendekatan yang mampu menyentuh aspek karakter dan hubungan antarmanusia.
"Hal ini diperlukan literasi digital melalui pendekatan komunikasi hati seperti yang telah dilakukan oleh Prof. Puji di sekolah-sekolah lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.