Hadapi Kemajuan Teknologi, PABI DIY Perkuat Kompetensi Dokter Bedah

Sunartono
Sunartono Minggu, 27 September 2026 19:27 WIB
Hadapi Kemajuan Teknologi, PABI DIY Perkuat Kompetensi Dokter Bedah

PABI DIY periode 2026–2029 resmi dilantik dengan komitmen memperkuat kompetensi dokter bedah dan keselamatan pasien. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Pengurus Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2029 resmi dilantik pada Minggu (27/9/2026). Kepengurusan baru tersebut berkomitmen memperkuat kompetensi dokter spesialis bedah untuk menghadapi perkembangan teknologi kedokteran sekaligus menjaga keselamatan pasien atau patient safety.

Profesi medis menghadapi setidaknya tiga tantangan utama, termasuk akselerasi teknologi dan tuntutan pelayanan dengan standar tinggi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pembaruan keilmuan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Ketua PABI DIY Budi Cahyono Putro mengatakan ketersediaan dokter spesialis bedah di wilayah DIY saat ini sebenarnya sudah mencukupi. Namun, tantangan profesi ke depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi medis.

"Kita sebagai dokter bedah adalah dokter yang penuh dengan tantangan. Kita dihadapkan pada kemajuan teknologi dan harus menjalankan tugas dengan prinsip patient safety. Untuk itu, kita harus terus memperbarui keilmuan setiap saat," ujarnya.

Menurut Budi, PABI DIY hadir sebagai wadah untuk memperkuat kompetensi para dokter spesialis bedah agar mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran.

Penguatan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan internal organisasi. PABI DIY juga menjalankan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di antaranya bakti sosial khitanan massal yang bekerja sama dengan BAZNAS serta edukasi kesehatan masyarakat melalui webinar untuk masyarakat umum.

PABI Punya 4.500 Dokter Spesialis Bedah

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PABI Heri Setyanto mengatakan jumlah anggota PABI secara nasional saat ini mencapai sekitar 4.500 dokter spesialis bedah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Para anggota PABI juga memiliki kualifikasi tambahan sebagai Spesialis Bedah Emergensi dan Trauma. Keahlian tersebut berkaitan dengan kemampuan dokter dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, termasuk situasi bencana.

"Sejak masa pendidikan, para dokter bedah dibekali keahlian penanganan trauma dan manajemen bencana. Dalam kasus bencana alam, anggota PABI dilatih untuk sigap bertindak sejak menit awal demi tindakan penanganan darurat dan life saving," kata Heri.

Dari sisi fasilitas pendidikan, Indonesia saat ini memiliki 25 institusi pendidikan spesialis bedah. Heri menilai secara kuantitas jumlah lulusan dokter spesialis bedah sudah mencukupi.

Meski demikian, persoalan yang masih menjadi tantangan besar adalah pemerataan atau distribusi tenaga medis. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online