Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Ilustrasi Posyandu /Antara-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Keparakan membagikan makanan bergizi kepada sejumlah anak berisiko stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada September 2026. Telur omega dan susu diberikan sebagai salah satu intervensi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus menangani angka stunting di wilayah tersebut.
Lurah Keparakan Yusup Ahbari mengatakan masih terdapat sejumlah anak yang mengalami stunting di wilayahnya. Menurut dia, anak-anak tersebut membutuhkan makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian mencegah stunting," katanya, Senin (28/9/2026).
Telur Omega dan Susu untuk Anak Berisiko Stunting
Dalam program tersebut, makanan bergizi diberikan kepada anak berisiko stunting. PMT berupa telur omega dan susu menjadi salah satu bentuk intervensi yang dilakukan untuk mendukung penanganan stunting di Kelurahan Keparakan.
Meski demikian, Yusup menegaskan penurunan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan. Menurut dia, diperlukan upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan oleh berbagai pihak.
“Penurunan stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak. Tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, pola asuh yang baik, dan pemenuhan kebutuhan kesehatan keluarga secara berkelanjutan,” katanya.
Edukasi kepada orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Keluarga berisiko stunting diberikan pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan gizi serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak.
Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
Yusup berharap kegiatan PMT dapat meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat dalam menangani dan mencegah stunting. Pendampingan terhadap keluarga sasaran juga diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan kesehatan dan gizi ibu serta anak dapat terpantau.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan Sekar Kemuning di Keparakan. Gerakan bersama masyarakat ini diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan stunting.
"Gerakan bersama masyarakat itu diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan stunting dan mendorong terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan gemilang," katanya.
Selain pemberian PMT, kegiatan tersebut juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, aparat kewilayahan, dan TPK dilibatkan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting di wilayah Kelurahan Keparakan pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan dengan menggabungkan pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, pola asuh, serta pendampingan kesehatan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.