Envirofest 2026 Pertemukan Mahasiswa dengan Pelajar dan Guru, Bahas Lingkungan

Newswire
Newswire Senin, 21 September 2026 12:57 WIB
Envirofest 2026 Pertemukan Mahasiswa dengan Pelajar dan Guru, Bahas Lingkungan

Envirofest 2026 Teknik Lingkungan UII mempertemukan mahasiswa baru, siswa, guru BK, dosen, dan alumni dalam kegiatan bertema lingkungan. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (TL UII) mempertemukan lebih dari 100 mahasiswa baru dengan sekitar 20 siswa sekolah serta guru bimbingan konseling (BK) melalui Envirofest 2026. Kegiatan yang digelar pada Minggu (13/9/2026) di Selasar Hall Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) UII tersebut menjadi ruang pengenalan dunia Teknik Lingkungan sekaligus membangun kedekatan mahasiswa baru dengan program studi.

Envirofest 2026 mengusung tema “Start Green, Engineer the Future”. Kegiatan diisi paparan singkat, percakapan bersama sivitas akademika, hingga tantangan kelompok bertema lingkungan yang mempertemukan peserta dari berbagai tahap pendidikan.

Perhatian utama Envirofest tahun ini diarahkan pada pengalaman awal mahasiswa baru. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Program Studi Teknik Lingkungan UII menerima 192 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak saling mengenal, membangun rasa memiliki terhadap program studi, sekaligus memahami relevansi ilmu Teknik Lingkungan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di sisi lain, kehadiran siswa dan guru BK dari sekolah undangan membuka ruang pengenalan program studi secara lebih dekat dan konkret kepada sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII, Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa baru sejak awal memahami luasnya ruang belajar yang tersedia di Teknik Lingkungan.

“Kami ingin mahasiswa baru merasa diterima dan memahami sejak awal bahwa Teknik Lingkungan menawarkan ruang belajar yang luas. Mereka akan mempelajari persoalan nyata, bekerja bersama orang lain, dan bertumbuh selama masa studi. Melalui Envirofest, perkenalan dengan dosen, kakak tingkat, alumni, dan teman seangkatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan aktif,” ujar Supriyanto.

Belajar Teknik Lingkungan Lewat Cerita dan Tantangan

Rangkaian Envirofest diawali sambutan pimpinan, pembukaan simbolis, dan penampilan mahasiswa. Peserta kemudian mengikuti segmen Enviro Pulse yang mengajak mereka menghubungkan persoalan lingkungan di sekitar dengan peran keilmuan Teknik Lingkungan.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran awal mengenai bidang yang akan dipelajari. Siswa sekolah juga diperkenalkan pada pendekatan Teknik Lingkungan terhadap persoalan air, sampah, kualitas udara, dan kawasan perkotaan melalui pengetahuan serta rancangan yang terukur.

Sesi inspiratif kemudian hadir melalui Enviro Pitch. Tiga pembicara dari generasi berbeda, yakni dosen Awaluddin Nurmiyanto, alumni Maulana Arif Rahman Hakim, serta mahasiswa Naila Syafa’atul Udzma, masing-masing menyampaikan cerita sekitar enam menit.

Mereka berbagi pengalaman mengenai alasan memilih Teknik Lingkungan, suka duka selama menjalani pendidikan maupun bekerja, serta pelajaran yang dapat dibawa peserta dalam perjalanan berikutnya.

Perspektif dosen, alumni, dan mahasiswa tersebut memberikan gambaran bahwa perjalanan akademik maupun profesional dapat berkembang melalui jalur yang beragam.

Alumni TL UII sekaligus Direktur PT Unitest Presisi Indonesia, Maulana Arif Rahman Hakim, mengatakan pengalaman selama kuliah membantunya membangun cara berpikir dalam menghadapi persoalan.

“Pengalaman kuliah melatih saya untuk mengamati persoalan secara teliti, menguji pilihan, dan mencari solusi yang bisa diterapkan. Perjalanan setelah lulus tentu membawa tantangan baru. Karena itu, saya berharap mahasiswa berani memanfaatkan kesempatan belajar dan tidak takut memperbaiki diri ketika menemui kesulitan,” ujar Maulana.

Mahasiswa Baru Diajak Mengenal Dosen Senior

Perjumpaan peserta berlanjut melalui sesi Face of TL UII bersama dua dosen senior, Any Juliani dan Andik Yulianto. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal sosok pengajar yang turut membentuk lingkungan belajar di program studi.

Melalui pengalaman kedua dosen tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa proses perkuliahan dibangun secara bertahap. Proses tersebut mencakup pemahaman dasar ilmu, latihan cara berpikir, kemampuan bekerja bersama, hingga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Dosen senior Teknik Lingkungan UII, Any Juliani, mengatakan mahasiswa pada awal perkuliahan tidak harus langsung mengetahui seluruh arah perjalanan akademik dan profesionalnya.

“Pada awal kuliah, mahasiswa tidak harus sudah mengetahui seluruh jalan yang akan ditempuh. Yang penting adalah menjaga rasa ingin tahu, tekun mempelajari dasar-dasarnya, dan terbuka untuk bekerja bersama. Dari kebiasaan itu, mereka dapat menemukan bidang yang paling dekat dengan minatnya sekaligus melihat manfaat ilmunya bagi orang lain,” ujar Any.

Keterlibatan peserta menjadi bagian utama dalam sesi Enviro Quest. Mahasiswa baru dan siswa sekolah dibagi dalam kelompok untuk merespons contoh persoalan lingkungan yang berkaitan dengan air dan sanitasi, persampahan, udara dan iklim, serta ketangguhan kawasan.

Tantangan tersebut mengajak peserta mengamati informasi, mendiskusikan kemungkinan solusi, kemudian menyampaikan alasan di balik pilihan mereka. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses berpikir dalam Teknik Lingkungan dengan cara yang dapat diikuti dari berbagai latar belakang.

Sementara itu, guru BK mengikuti forum tersendiri untuk mengenal pembelajaran di TL UII, kesempatan pengembangan diri mahasiswa, serta bentuk dukungan program studi dalam membantu sekolah memperkenalkan bidang Teknik Lingkungan kepada siswa.

Forum tersebut sekaligus menjadi awal komunikasi untuk kegiatan pengenalan yang direncanakan pada 2027.

Setelah sesi kelompok selesai, peserta kembali mengikuti pengenalan perjalanan belajar selama empat tahun, sesi tanya jawab, pemberian penghargaan, dan ramah tamah. Kegiatan tersebut memperluas kesempatan peserta berinteraksi dengan dosen, mahasiswa, dan alumni.

Kampus dan Sekolah Bangun Jejaring

Bagi FTDI UII, pertemuan kampus dan sekolah melalui Envirofest juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan keterkaitan pendidikan teknik dengan kebutuhan masyarakat.

Siswa dapat bertanya secara langsung mengenai bidang studi yang mungkin mereka pilih. Sementara mahasiswa baru dapat melihat contoh jejaring pendidikan dan profesi yang dapat dibangun selama menjalani perkuliahan.

Hubungan tersebut diharapkan berlanjut melalui komunikasi dengan sekolah serta kegiatan pengenalan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Dekan FTDI UII, Miftahul Fauziah, mengatakan pendidikan teknik perlu memiliki kedekatan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Pendidikan teknik perlu dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Saat siswa bertemu langsung dengan dosen, mahasiswa, dan alumni, mereka dapat melihat bagaimana pengetahuan, rancangan, serta kerja bersama dipakai untuk mencari penyelesaian yang bertanggung jawab. Pengalaman semacam ini juga penting bagi mahasiswa baru untuk memahami arah belajarnya,” ujar Miftahul.

Pesan Lingkungan Diterapkan dalam Acara

Nilai lingkungan tidak hanya disampaikan melalui materi dan tantangan dalam Envirofest, tetapi juga diterapkan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Peserta diajak membawa tumbler pribadi, sementara panitia menyiapkan titik isi ulang air minum. Pilihan konsumsi dan cendera mata juga dirancang dengan mempertimbangkan pengurangan penggunaan barang sekali pakai.

Langkah tersebut menjadi cara untuk menghubungkan materi yang dibahas selama acara dengan kebiasaan praktis peserta. Penyelenggara ingin menjaga konsistensi antara pesan mengenai lingkungan dengan praktik selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Envirofest 2026, Ikrom Mustofa, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai pengalaman bersama agar mahasiswa baru lebih dekat dengan program studinya.

“Kami merancang Envirofest sebagai pengalaman bersama yang membuat mahasiswa baru merasa dekat dengan program studinya. Lebih dari 100 mahasiswa baru hadir, dan mereka dapat belajar sambil berinteraksi dengan siswa, guru BK, dosen, serta alumni. Kami berharap perjumpaan ini menumbuhkan pertemanan di dalam angkatan dan menjadi awal hubungan yang berlanjut antara TL UII dan sekolah,” ujar Ikrom.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online