Thom Haye Kartu Merah, Maarten Paes Ungkap Peran Besar Suporter Timnas Indonesia
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa melakukan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro, Kota Jogja, Rabu (30/9/2026). Pertemuan tersebut membahas gagasan desentralisasi politik dan kemandirian bangsa yang menjadi bagian dari visi partai.
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, mengatakan kunjungan bersama jajaran pengurus tersebut dilakukan untuk menyampaikan visi besar partai. Menurutnya, kemandirian bangsa hendak diwujudkan melalui desentralisasi politik.
"Visi besar Partai Gema Bangsa itu adalah kemandirian, dengan jalan untuk mewujudkan atau tercapainya kemandirian itu melalui desentralisasi politik," ujar Rofiq usai pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu.
Rofiq mengatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menyambut baik gagasan desentralisasi politik yang disampaikan Partai Gema Bangsa.
Menurut Rofiq, dalam pertemuan tersebut jajaran PP Muhammadiyah juga memberikan sejumlah masukan dan arahan mengenai cara membumikan gagasan desentralisasi politik di tengah kondisi demokrasi yang disebutnya cenderung transaksional.
"Beliau sangat menyambut baik terkait gagasan desentralisasi ini. Bahkan kami banyak sekali diberikan masukan, saran, yang terkait langsung dengan bagaimana membumikan desentralisasi politik dalam situasi demokrasi yang serba transaksional hari ini," jelasnya.
Gema Bangsa Soroti Sistem Politik Sentralistik
Rofiq mengakui upaya keluar dari sistem politik yang sentralistik dan transaksional bukan perkara mudah. Namun, dia mengatakan arahan dari kepemimpinan Muhammadiyah menjadi dorongan bagi partainya untuk terus mengembangkan gagasan desentralisasi.
"Prof. Haedar Nashir tadi menyampaikan harus dikuatkan desentralisasi politik dan kemandirian bangsa. Itu harus menjadi satu tagline, satu kesatuan agar menjadi spirit perjuangan. Dan apa yang beliau sampaikan tentu akan kami jalankan," tegasnya.
Lebih lanjut, Rofiq menilai sistem sentralisme politik tidak lagi efektif dan dinilai tidak memberikan ruang kemajuan yang adil bagi daerah. Dia juga mengaitkan penumpukan kewenangan di pusat dengan potensi korupsi dan ketimpangan pembangunan.
"Sentralisme itu cenderung mengkooptasi dan penuh dengan kebohongan. Pusat hanya banyak memberikan janji-janji, tetapi keadilan dan pemerataan tidak pernah terjadi. Maka desentralisasi adalah kunci satu-satunya untuk menjadi jawaban atas perubahan dan kemajuan daerah," tuturnya.
Rofiq menyatakan keyakinannya bahwa penerapan desentralisasi politik secara konsisten dapat mendorong pertumbuhan di berbagai daerah di Indonesia.
Gagasan desentralisasi politik juga sebelumnya disampaikan Gema Bangsa dalam agenda konsolidasi partai di sejumlah daerah menjelang Pemilu 2029.
Mengenai target politik pada Pemilu 2029, Rofiq menyatakan Partai Gema Bangsa menargetkan dapat memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan memperoleh kursi di DPR RI.
"Kami harus masuk Senayan! Pokoknya Partai Gema Bangsa harus masuk Senayan. Kami akan bekerja keras untuk itu dan kami yakin itu bisa kami wujudkan," kata Rofiq.
Untuk mencapai target tersebut, Partai Gema Bangsa telah memetakan 40 daerah pemilihan (dapil) prioritas di seluruh Indonesia. Dari 40 dapil tersebut, partai menargetkan sedikitnya 30 kursi.
DIY menjadi salah satu daerah pemilihan yang dibidik Partai Gema Bangsa. Penguatan struktur organisasi di DIY juga menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi tahapan verifikasi Pemilu 2029.
Partai Gema Bangsa juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bergabung, termasuk kader Muhammadiyah dan eksponen bangsa lainnya.
"Partai ini dibangun dengan tidak mengedepankan tokoh, kami mengedepankan sistem. Muhammadiyah itu besar karena sistem, bukan karena orang. Inilah yang menginspirasi kami membuat partai berbasis pada sistem untuk melahirkan tokoh-tokoh yang berkualitas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Pedagang pasar Jogja menghadapi tekanan daya beli dan pedagang keliling. Disdag menyiapkan event, keringanan retribusi hingga live selling.
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.