Capaian CKG Kulonprogo Baru 119.172 Orang, Dinkes Terus Kejar Target

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Kamis, 01 Oktober 2026 16:37 WIB
Capaian CKG Kulonprogo Baru 119.172 Orang, Dinkes Terus Kejar Target

Cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar di Kantor Bupati Kulonprogo, Kamis (1/10/2026)/Harian Jogja-Khairul Ma\'arif -

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo terus mengejar peningkatan capaian cek kesehatan gratis (CKG) agar program tersebut menjangkau seluruh masyarakat yang menjadi sasaran. Salah satu upayanya dilakukan dengan menggelar CKG di Kantor Pemkab Kulonprogo, Kamis (1/10/2026).

Pelaksanaan CKG tersebut menyasar pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo serta masyarakat umum di sekitar lokasi. Pemeriksaan yang diberikan tidak hanya mencakup kondisi kesehatan secara umum, tetapi juga deteksi sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemeriksaan mata hingga tracing awal tuberkulosis (TBC). Dinkes Kulonprogo juga menghadirkan fasilitas pemeriksaan rontgen untuk mendukung deteksi dini TBC.

CKG Sekaligus Deteksi Dini TBC

Kepala Puskesmas Wates I, Salamah Sri Nurhayati, mengatakan deteksi dini TBC dalam kegiatan CKG dilakukan melalui active case finding (ACF).

Menurutnya, metode tersebut ditujukan agar kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin sehingga penderita bisa segera mendapatkan pengobatan dan tidak menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Deteksi dini TBC tersebut juga dilengkapi pemeriksaan rontgen. Dengan fasilitas itu, pemeriksaan terhadap peserta yang memiliki faktor risiko, gejala, maupun kontak dengan pasien TBC dapat dilakukan lebih lanjut.

“Itu Rontgen. Jadi, nanti kegiatannya Active Case Finding TBC itu mulai dari screening dilakukan oleh petugas-petugas rekan dari programmer TBC seluruh Puskesmas di Kabupaten Kulonprogo. Kemudian kalau ada faktor risiko ataupun ada gejala—itu ataupun ada kontak—dilakukan pemeriksaan Rontgen yang dalam hal ini Rontgen yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia beserta Respira,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

Salamah mengatakan keberadaan fasilitas rontgen dalam kegiatan tersebut memudahkan masyarakat. Peserta tidak perlu datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan rontgen sebagai bagian dari deteksi TBC.

Selain pemeriksaan TBC, layanan CKG juga mencakup screening jiwa, mata atau penglihatan, telinga, hepatitis, hingga screening paru.

Capaian CKG Kulonprogo Baru 119.172 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Eko Budiarto, mengatakan penyisipan ACF dalam kegiatan CKG dilakukan karena jajarannya sedang berupaya meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif.

Menurut Eko, capaian penemuan kasus TBC di Kulonprogo masih rendah. Oleh karena itu, pemeriksaan ACF dimasukkan dalam kegiatan CKG untuk memperluas penemuan kasus.

Apabila ditemukan masyarakat yang mengalami TBC melalui pemeriksaan tersebut, pasien dapat langsung mendapatkan pengobatan atau dirujuk sesuai kebutuhannya.

“Kalau lanjut ke Rumah Sakit semua program TBC ditanggung negara. Harapannya tentu masyarakat semua bisa memanfaatkan ini untuk pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, capaian kepesertaan CKG di Kulonprogo masih perlu ditingkatkan. Hingga saat ini, program tersebut baru menjangkau 119.172 masyarakat dari total sasaran sebanyak 459.782 orang.

Dinkes Kulonprogo terus berupaya meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar program CKG dapat menjangkau seluruh masyarakat Bumi Binangun.

Menurut Eko, CKG menjadi sarana preventif bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan tersebut, keluhan atau indikasi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga bisa mendapatkan penanganan dengan baik.

Bupati Kulonprogo Ikut Cek Kesehatan

Pelaksanaan CKG di Kantor Pemkab Kulonprogo juga diikuti Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan. Ia turut memeriksakan kondisi kesehatannya dalam kegiatan tersebut.

Agung menilai Kantor Pemkab Kulonprogo layak menjadi salah satu lokasi pelaksanaan CKG karena menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, baik pegawai dari berbagai dinas maupun masyarakat yang datang untuk berbagai keperluan.

Ia juga menyoroti masih adanya kasus TBC di Kulonprogo yang perlu ditelusuri melalui tracing.

“Jadi, Kulonprogo masih ada beberapa case tuberkulosis yang harus kita tracing. Nah, salah satunya adalah karena di sini tadi berkumpul banyak orang, tanpa terkecuali juga dari dinas, maka tidak ada salahnya berkumpulnya banyak orang ini untuk salah satu tracing TBC, tuberkulosis. Karena memang harus di-tracing,” katanya.

Dengan menggelar CKG di lokasi yang menjadi pusat aktivitas pegawai dan masyarakat, Pemkab Kulonprogo berharap pemeriksaan kesehatan dapat semakin mudah diakses. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Dinkes untuk meningkatkan capaian CKG dan memperkuat deteksi dini penyakit, termasuk TBC.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online