Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor Senilai Rp488 Juta Dibangun di Selopamioro
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih. Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Inflasi DIY pada September 2026 tercatat sebesar 0,26% secara bulanan atau month-to-month (mtm). Kenaikan harga sejumlah bahan pangan, terutama beras, cabai rawit, buncis, daging ayam ras, dan telur ayam ras, menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi DIY mencapai 3,18%. Sementara secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), inflasi tercatat sebesar 1,81%.
Beras Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan September 2026.
Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,94% dengan andil terhadap inflasi DIY sebesar 0,26%. Sebaliknya, penyumbang deflasi terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi 0,70% dengan andil deflasi sebesar -0,05%.
"Deflasi, perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan sumbangan terbesar pada bulan September 2026 ini karena turunnya harga emas perhiasan," kata Endang dalam rilis inflasi bulanan, Kamis (1/10/2026).
Secara komoditas, beras menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,07%. Setelah itu ada cabai rawit sebesar 0,06%, buncis 0,04%, daging ayam ras 0,03%, dan telur ayam ras 0,02%.
Endang menjelaskan kenaikan harga beras berkaitan dengan penurunan produksi gabah kering panen akibat musim kemarau dan dampak El Nino yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Harga beras ini didorong oleh penurunan produksi gabah kering panen akibat musim kemarau dan dampak El Nino kalau kita lihat beberapa bulan terakhir ini," jelasnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi. Emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dengan andil -0,05%, disusul ketimun -0,02%, wortel -0,02%, bawang merah -0,02%, dan angkutan udara -0,01%.
Harga Tiket Pesawat Turun Usai Liburan
Penurunan harga angkutan udara menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil deflasi DIY pada September 2026.
Endang menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan berakhirnya periode liburan sehingga saat ini bukan lagi masa high season. Kondisi tersebut kemudian membuat permintaan tiket pesawat cenderung menurun.
Inflasi Tahunan DIY Naik Jadi 3,18%
Jika dibandingkan dengan September tahun sebelumnya, inflasi DIY tercatat sebesar 3,18% atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 3,07%.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,89% dengan andil terbesar terhadap inflasi, yakni 1,09%.
Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 11,92% dengan andil 0,81%. Berikutnya kelompok transportasi mengalami inflasi 4,34% dengan andil 0,56%.
Dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 0,76%. Komoditas berikutnya adalah bensin 0,35%, beras 0,16%, cabai rawit 0,12%, dan minyak goreng 0,09%.
"Sementara untuk andil deflasi tercatat pada komoditas kelapa, lalu telur ayam ras, bawang merah, tomat, serta daun melinjo," ucapnya.
Inflasi Nasional September 2026 Capai 0,3%
Sementara itu, berdasarkan data JIBI/Bisnis.com, Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,3% secara bulanan pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Agustus 2026 yang tercatat sebesar 0,21%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi Indonesia secara tahunan pada September 2026 mencapai 3,28%. Adapun secara tahun kalender, inflasi tercatat sebesar 2,17%.
"Terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026," ujarnya.
Di tingkat nasional, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,88% dengan andil inflasi sebesar 0,26%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Prabowo menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar