Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Petugas saat memproduksi es bubur di KNMP Poncosari, Srandakan, Sabtu (3/10/2026). Operasional layanan itu disebut belum menghasilkan pendapatan yang maksimal karena harus bersaing dengan produk lain yang lebih murah.
Harianjogja.com, BANTUL—Pabrik es di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul belum beroperasi secara optimal. Harga jual es bubur produksi KNMP dinilai belum mampu menutup biaya operasional, sementara produk tersebut harus bersaing dengan es balok yang sudah lebih dulu digunakan para pengepul ikan.
Petugas KNMP Poncosari, Sujatno, mengatakan produksi es masih dilakukan secara terbatas. Pengelola bahkan tidak menetapkan target produksi karena hasil penjualan belum memberikan margin yang memadai.
“Kalau saya produksi paling 1,5 boks. Maksimal saya kerjakan rata-rata tiga boks,” kata Sujatno, Sabtu (3/10/2026).
Es yang dihasilkan berupa es bubur untuk mengawetkan ikan. Satu boks memiliki bobot hampir 200 kilogram dan dijual sekitar Rp50.000, sedangkan proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk setiap produksi.
Kondisi tersebut membuat pengelola harus memperhitungkan biaya listrik, bahan baku, hingga tenaga kerja. Untuk saat ini, Sujatno mengoperasikan mesin produksi es secara sukarela.
“Saya relawan. Kalau saya kejar produksi, kalau hasilnya tidak ada margin, ngapain? Kita formalitas saja,” ujarnya.
Es Bubur Masih Kalah Familiar dari Es Balok
Selain persoalan biaya, produk es bubur KNMP Poncosari juga masih perlu diperkenalkan kepada pedagang ikan. Selama ini para pengepul sudah terbiasa menggunakan es balok dari pemasok yang lebih dahulu menjadi langganan.
Sujatno menjelaskan es balok biasanya dicacah sebelum digunakan untuk mengawetkan ikan. Sementara es bubur tetap dapat dimanfaatkan untuk pengawetan ikan meski telah mencair.
Ketua KNMP Poncosari, Paijan, mengatakan harga menjadi salah satu kendala dalam pemasaran produk es tersebut. Pengepul ikan menginginkan harga es produksi KNMP dapat disamakan dengan harga es balok yang selama ini mereka beli.
Satu balok es dari pemasok lama dibanderol sekitar Rp30.000. Setelah dicacah, satu balok dapat digunakan untuk mengisi dua boks styrofoam.
Adapun es bubur produksi KNMP memiliki bobot sekitar 50 kilogram untuk satu styrofoam.
“Pengepul-pengepul ikan itu mintanya disamakan dengan harga es balok,” kata Paijan.
Saat ini KNMP Poncosari menjual es dengan harga sekitar Rp300 per kilogram. Harga tersebut masih diberlakukan sebagai harga perkenalan.
“Masih harga perkenalan. Di tempat lain harganya per kilo Rp500, itu saja promo. Di kami cuma Rp300,” ujarnya.
Paijan mengatakan harga es tersebut berpotensi dinaikkan ke depan agar kegiatan produksi tidak terus mengalami kerugian.
Cold Storage Belum Banyak Terisi Ikan
KNMP Poncosari resmi mulai beroperasi pada 25 September 2026. Selain pabrik es, kawasan tersebut memiliki sejumlah fasilitas lain, mulai dari sentra kuliner, cold storage, layanan Air Blast Freezer (ABF), hingga sarana pendukung nelayan berupa perbaikan kapal, jaring, dan mesin.
Sentra kuliner menjadi salah satu layanan yang sudah berjalan. Sementara itu, cold storage disewakan untuk jasa pembekuan maupun penyimpanan.
KNMP Poncosari kini memiliki sekitar 190 anggota yang terdiri atas nelayan dan warga Poncosari. Setiap anggota dikenai iuran wajib Rp10.000 per bulan.
Namun, pengembangan usaha KNMP masih menghadapi persoalan lain, yakni minimnya hasil tangkapan ikan nelayan setempat. Dalam beberapa waktu terakhir, bahkan hampir tidak ada hasil tangkapan yang dapat disimpan maupun dibekukan di cold storage.
“Padahal fasilitas cold storage itu salah satu layanan andalan kami, kalau tidak ada ikan ya bagaimana,” kata Paijan.
Kondisi tersebut membuat pengelola harus mencari pasokan ikan dari luar daerah. Untuk kebutuhan kegiatan kuliner di Pantai Baru, misalnya, sebagian ikan didatangkan dari Cilacap dan Semarang.
KNMP Poncosari Masih Menunggu Modal Operasional
Persoalan operasional juga menjadi tantangan dalam pengembangan KNMP Poncosari. Hingga kini pengelola belum memperoleh dana khusus untuk membiayai operasional berbagai fasilitas yang tersedia.
Sebelum proses serah terima fasilitas dilakukan, biaya operasional masih ditanggung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Paijan berharap tersedia dukungan modal operasional agar fasilitas KNMP Poncosari dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan agar fasilitas yang telah tersedia tidak sekadar menjadi infrastruktur, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang cukup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.