Per 1 Oktober, Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi di Kulonprogo
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 160 atlet mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Kulonprogo 2026 di GOR SMK Negeri 2 Pengasih, Minggu (4/10/2026). Ajang tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet muda potensial untuk regenerasi taekwondo di Bumi Binangun.
Jumlah peserta Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 tersebut melampaui kuota yang sebelumnya ditetapkan panitia sebanyak 150 atlet. Para peserta berasal dari berbagai dojang di Kulonprogo.
Ketua Panitia Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026, Muh Faried Dwi Saputra, mengatakan kejuaraan tersebut bertujuan memberikan pengalaman kepada atlet untuk merasakan atmosfer pertandingan yang kompetitif.
"Atlet yang baik membutuhkan jam terbang, tidak hanya berlatih di dojang, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik tersebut di arena resmi," ujarnya kepada wartawan, Minggu.
Menurut Faried, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme atlet mengikuti kejuaraan tersebut sesuai dengan harapan panitia.
"Untuk antusiasnya alhamdulillah sesuai harapan. Kemarin juga sebenarnya hanya 150 peserta yang kuotanya, namun ini lebih dari itu," terangnya.
Asah Mental dan Sportivitas
Kejurkab yang berlangsung selama sehari itu mempertandingkan kategori Kyorugi atau pertarungan dan Poomsae atau jurus. Kompetisi tersebut diharapkan dapat mengasah mental bertanding sekaligus memupuk jiwa sportivitas para atlet muda.
Faried juga berharap para peserta memiliki ambisi untuk berkembang hingga mampu menembus level provinsi dan nasional. Dia berharap Kejurkab Taekwondo Kulonprogo dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia Kulonprogo, Zuharsono Ashari, mengatakan Kejurkab tahun ini secara khusus memprioritaskan kategori junior. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman sekaligus membentuk mental bertanding atlet sejak dini.
"Kami berharap muncul bibit-bibit muda yang handal. Terlebih lagi, Kulonprogo akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY pada tahun 2027 mendatang. Hasil dari Kejurkab ini nantinya akan diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kulonprogo di Porda 2027," kata Zuharsono.
Didukung Pemkab Kulonprogo
Penyelenggaraan Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kulonprogo. Dinas tersebut bertindak sebagai Bapak Asuh Cabang Olahraga Taekwondo.
Sekretaris Dinas Kominfo Kulonprogo, Chris Agung Pramudi, mengapresiasi penyelenggaraan ajang tahunan tersebut. Menurut dia, Kejurkab tidak hanya menjadi tempat berkompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan karakter atlet.
"Kegiatan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun karakter melalui nilai-nilai semangat juang, disiplin, keberanian, dan sportivitas," tutur Chris.
Dia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kulonprogo di tingkat DIY maupun nasional.
"Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan berikan kemampuan terbaik untuk Kulonprogo," tuturnya.
West Warrior Jadi Juara Umum
Dalam Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026, Dojang West Warrior Taekwondo keluar sebagai juara umum. West Warrior Taekwondo mengoleksi 17 medali emas, 13 perak, dan enam perunggu.
Predikat atlet putra terbaik diraih Kendio Rabu Eko Prasya dari West Warrior Taekwondo. Sementara atlet putri terbaik diraih Quaneisha Maharani dari Brosot TC.
Masing-masing pemenang mendapatkan uang pembinaan dari penyelenggara Kejurkab Taekwondo Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Kasus Negreira kembali memanas setelah Real Madrid menyerahkan 50.000 halaman dokumen ke UEFA terkait Barcelona.
Candi Ijo menjadi ruang perjumpaan batik, wastra, sejarah dan masyarakat lewat “Sehari di Candi” pada Hari Batik Nasional.
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Luka Modric mengaku malu setelah Kroasia kalah telak 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League dan kini terancam degradasi.