Wali Kota Hasto Soroti Rendahnya Minat Warga ke SD Negeri di Kota Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 05 Oktober 2026 10:37 WIB
Wali Kota Hasto Soroti Rendahnya Minat Warga ke SD Negeri di Kota Jogja

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mendorong peningkatan kualitas sekolah dasar (SD) negeri agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Langkah tersebut dilakukan menyusul menurunnya jumlah murid di sejumlah SD negeri di Kota Jogja.

Hasto mengatakan kondisi itu menunjukkan minat sebagian masyarakat terhadap SD negeri masih rendah. Menurut dia, sekolah negeri harus mampu memberikan pendidikan berkualitas tanpa membebani orang tua.

“Cita-cita saya SD negeri itu sudah gratis, harus kualitasnya bagus,” katanya di SDN Gedongkuning pada Senin (5/10/2026).

Menurut Hasto, keterbatasan lahan di Kota Jogja menjadi salah satu kendala pemerintah untuk membangun sekolah rakyat dalam skala besar. Karena itu, peningkatan kualitas SD negeri dinilai dapat menjadi salah satu bentuk sekolah rakyat yang bisa diakses masyarakat.

Dia mengatakan penguatan kualitas pendidikan perlu dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan guru. Anggaran pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dapat dimanfaatkan untuk mendukung perekrutan guru berkualitas.

“Kalau yang kira-kira di sekolah ini tidak ada gurunya untuk pelajaran tertentu, supaya kualitasnya bagus kita panggil saja guru dari luar,” ujarnya.

Dua Pertimbangan Orang Tua Memilih SD

Hasto menyebut ada dua hal yang menjadi perhatian utama orang tua ketika menentukan SD untuk anak. Pertama, pembentukan karakter dan pendidikan religius.

Kedua, kemampuan akademik yang tercermin dari hasil tes atau capaian pendidikan. Kemampuan tersebut dinilai penting karena berkaitan dengan peluang anak melanjutkan pendidikan ke SMP negeri.

“Orang tua itu kuncinya dua. Di SD itu dia ingin anaknya berkarakter, religiusnya bagus. Yang kedua, dia kepengin TPA-nya atau hasil tesnya bagus, sehingga diterima di SMP negeri,” katanya.

Atas pertimbangan tersebut, Hasto memberikan perhatian terhadap pemenuhan tenaga pendidik serta kepemimpinan sekolah. Dia bahkan turut mewawancarai calon kepala sekolah SD untuk memastikan pengelolaan sekolah sesuai dengan target pemerintah.

“Saya ingin sekali SD-nya berkualitas, diminati masyarakat,” katanya.

Hasto mengakui sebagian masyarakat saat ini lebih memilih sekolah swasta dibandingkan SD negeri. Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijawab Pemkot Jogja dengan meningkatkan kualitas sekolah negeri sehingga kembali diminati masyarakat.

Pendidikan Karakter Lewat Budaya

Selain kualitas pendidikan akademik, Hasto menekankan pentingnya pengenalan budaya kepada anak-anak. Hal itu disampaikannya dalam momentum karnaval dan kirab budaya di Kota Jogja.

Menurut Hasto, kegiatan budaya dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal sekaligus terlibat langsung dalam kebudayaan. Pendidikan karakter, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian yang berbudaya.

“Adik-adik kita ini mengenal kebudayaan. Ini penting karena momen-momen seperti inilah dia bisa dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan,” ujarnya.

Dia menambahkan pembangunan karakter perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan pendidikan yang baik, tetapi juga kepribadian yang berbudaya Nusantara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online