Karang Taruna Hipenari Samigaluh Olah Limbah Teh Jadi Produk Ekonomi

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Kamis, 08 Oktober 2026 10:27 WIB
Karang Taruna Hipenari Samigaluh Olah Limbah Teh Jadi Produk Ekonomi

Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Karang Taruna Hipenari Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, menunjukkan potensi pemuda dalam mengembangkan sumber daya lokal perbukitan Menoreh. Salah satunya dengan mengolah limbah daun teh dari perkebunan Ngargosari menjadi produk lulur kecantikan yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Inovasi tersebut menjadi salah satu keunggulan Karang Taruna Hipenari hingga berhasil menembus lima besar Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Hipenari kemudian menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Rajendra Farm.

Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono, berharap capaian masuk lima besar tersebut tidak menjadi tujuan akhir. Dia berharap Karang Taruna Hipenari mampu melanjutkan prestasinya hingga menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

"Saya kira prestasi dari Karang Taruna Hipenari ini tidak kemudian tiba-tiba muncul begitu, tapi proses yang panjang, keterpaduan, kebersamaan, organisasi yang dibangun dengan keterpaduan yang luar biasa, kolaborasi yang luar biasa dari Karang Taruna ini menjadikan Karang Taruna Hipenari ini kemudian bisa berbuat cukup banyak, cukup baik di Kapanewon Samigaluh ini”, ujar Triyono kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Menurut Triyono, capaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang serta keterpaduan dan kolaborasi yang dibangun Karang Taruna Hipenari. Organisasi kepemudaan tersebut dinilai mampu menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus mengembangkan inovasi yang bersumber dari potensi lokal.

Olah Limbah Daun Teh

Triyono menyoroti kemitraan yang dibangun Karang Taruna Hipenari dengan berbagai lembaga di Kapanewon Samigaluh. Kemitraan tersebut mencakup Pemerintah Kalurahan Ngargosari dan Rajendra Farm yang juga telah bekerja sama dengan Karang Taruna.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan limbah daun teh dari perkebunan Ngargosari. Bahan yang sebelumnya menjadi limbah tersebut diolah menjadi lulur kecantikan sehingga memiliki nilai tambah.

“Karang Taruna Hipenari ini mengolah limbah daun teh yang ada di perkebunan Ngargosari menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Limbah teh ini ternyata bisa digunakan untuk lulur, seperti itu. Sehingga ini memberikan nilai tambah dari limbah daun teh yang ada di sini bisa dimanfaatkan dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi”, jelas Triyono.

Selain lulur kecantikan, Karang Taruna Hipenari juga mengembangkan sejumlah produk berbasis potensi lokal. Di antaranya jamu tradisional, tempe, hingga enting-enting khas Samigaluh.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan upaya Karang Taruna Hipenari dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di wilayah Ngargosari dan Samigaluh. Pengolahan bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan organisasi tersebut.

Dinilai Berpotensi Jadi Gerakan Berkelanjutan

Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Pengurus Nasional Karang Taruna sekaligus perwakilan Dewan Juri Penilai Nasional, Agus Maimun, mengatakan verifikasi lapangan terhadap Karang Taruna Hipenari tidak hanya ditujukan untuk kepentingan penilaian kompetisi.

Menurut Agus, proses tersebut dilakukan untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, sekaligus memitigasi praktik baik yang telah dijalankan oleh Karang Taruna.

Agus juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga kementerian.

Sinergi lintas sektor diperlukan untuk melakukan intervensi sekaligus memberdayakan warga usia produktif agar mampu naik kelas. Dalam konteks tersebut, aktivitas Karang Taruna dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi masyarakat di daerah.

Agus berharap keaktifan Karang Taruna Hipenari tidak berhenti sebagai program sesaat. Dia berharap kegiatan yang telah berjalan dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Capaian masuk lima besar Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari proses verifikasi atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan Hipenari. Pengembangan produk dari potensi lokal, kemitraan dengan berbagai pihak, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari praktik yang dijalankan Karang Taruna Hipenari di Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online