Prakiraan Cuaca Selasa 6 Oktober Belum Hujan, Suhu Bisa Capai 35 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman. /Istimwa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Jelajah Tamanmartani Kulinerun akan digelar pada 24–25 Oktober 2026 dengan memadukan olahraga, wisata kuliner, seni budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kalurahan Tamanmartani bersama Karang Taruna tersebut menargetkan sekitar 1.500 peserta.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung di Lapangan Rakai Pikatan TWC, Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Selain lari, peserta juga dapat mengikuti fun bike atau cycling untuk menikmati berbagai potensi lokal Tamanmartani.
Carik Kalurahan Tamanmartani Sleman Tomi Nugraha mengatakan salah satu fokus pemerintah kalurahan dalam kegiatan tahun ini ialah mendorong kemandirian Karang Taruna agar mampu mengelola event secara mandiri.
Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap sektor pariwisata lokal. Peserta tidak hanya diarahkan untuk mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga menikmati potensi alam dan kawasan Tamanmartani.
"Harapan kami pengunjung tidak hanya datang untuk lari [running] saja, tetapi juga bisa menikmati keindahan alam Tamanmartani, jalur bersepeda [cycling], hingga rute gastronomi yang nyaman," katanya, Selasa (6/10/2026).
Konsep jelajah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta diajak mengenal makanan, kesenian, tradisi, serta kehidupan masyarakat lokal melalui rangkaian aktivitas yang disiapkan panitia.
"Salah satu kuliner yang diangkat ialah Ayam Goreng Kalasan. Kuliner tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta untuk mengenal kekayaan makanan yang identik dengan kawasan Kalasan," katanya.
Selain kuliner, kegiatan juga menghadirkan kesenian Ketek Ogleng. Dalam bahan penyelenggara, potensi budaya lokal lainnya yang diperkenalkan mencakup Balai Desa, Lumbung Mataraman, hingga kesenian kethoprak.
Cycling Menyusuri Pedesaan dan Persawahan
Ketua Panitia Jelajah Tamanmartani Kulineran Rizal Wahyudi mengatakan rangkaian acara berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Sabtu (24/10/2026), kegiatan diisi dengan cycling yang menyusuri rute sepeda pedesaan dan kawasan persawahan di Tamanmartani.
"Sebagai Kalurahan Mandiri Budaya , kami juga mengenalkan berbagai potensi budaya lokal seperti Balai Desa, Lumbung Mataraman, hingga kesenian kethoprak," ungkap Rizal.
Pusat kegiatan atau race village dan titik kumpul peserta direncanakan berada di Lapangan Raden Pikan, kawasan Wisata Candi Prambanan.
Konsep penghargaan peserta menjadi salah satu hal yang membedakan kegiatan tersebut dari event lari pada umumnya. Panitia mengusung konsep living medal yang berbasis ramah lingkungan.
Alih-alih memberikan medali gantung berbahan logam, peserta akan mendapatkan bibit atau benih tanaman yang dapat dibawa pulang dan dirawat.
"Kami ingin mengajak para peserta untuk lari sekaligus menjaga lingkungan. Karena itu, medali yang diberikan berupa bibit atau benih tanaman yang bisa dibawa pulang dan dirawat setiap hari, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan," pungkas Rizal.
Selain jersey dan media tanam atau tanaman, peserta juga akan mendapatkan nasi berkat berisi ayam. Nasi berkat tersebut menjadi bagian dari pengalaman budaya dan nilai kebersamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.
Dengan konsep tersebut, kegiatan tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Peserta juga diajak mengenal kuliner, budaya, lingkungan, serta potensi wisata yang dimiliki Tamanmartani.
Jelajah Tamanmartani Kulineran ditargetkan diikuti sekitar 1.500 peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah kalurahan, Karang Taruna, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku UMKM, pelaku seni, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan potensi lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Ombudsman menghimpun temuan Program MBG dari 34 provinsi dan menyiapkan policy brief untuk memperkuat tata kelola BGN.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.