BMKG Ungkap Penyebab Gempa Lombok Barat M5,0: Dipicu Deformasi Batuan Lempeng

Sunartono
Sunartono Rabu, 07 Oktober 2026 06:57 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Lombok Barat M5,0: Dipicu Deformasi Batuan Lempeng

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, LOMBOK BARAT—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari dipicu deformasi batuan dalam lempeng di zona subduksi Lempeng Indo-Australia.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa bumi menengah tersebut memiliki parameter update 5,0 magnitudo dengan kedalaman 82 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 04.15 WITA.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," ujar dia di Mataram, Rabu.

Menurut Sumawan, pusat gempa berada pada koordinat 8,81 derajat lintang selatan dan 116,16 derajat bujur timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat.

Guncangan terkuat dirasakan di Mataram

Guncangan gempa paling kuat dirasakan di Kota Mataram dengan intensitas skala IV hingga V modified mercalli intensity (MMI).

Skala tersebut berarti getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan menyebabkan orang banyak terbangun.

Gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di NTB hingga Bali dengan intensitas berbeda. Di Lombok Tengah, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI.

Sementara itu, intensitas III MMI tercatat di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. Adapun di Kuta dan Denpasar, Bali, gempa dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI.

Tidak berpotensi tsunami

BMKG memastikan gempa bumi yang terjadi di darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Selain memantau gempa utama, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan. Hingga pukul 04.45 WITA, tercatat satu gempa susulan dengan kekuatan 1,3 magnitudo.

Sumawan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi untuk mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.

"Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata dia.

Gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi pada pukul 04.15 WITA. Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa berpusat pada kedalaman 92 kilometer. Lokasi pusat gempa berada di koordinat 8,77 derajat lintang selatan dan 116,14 derajat bujur timur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online