Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Sunartono
Sunartono Rabu, 07 Oktober 2026 05:18 WIB
Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake

Harianjogja.com, LOMBOK BARAT—Gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi pada pukul 04.15 WITA. Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa berpusat pada kedalaman 92 kilometer. Lokasi pusat gempa berada di koordinat 8,77 derajat lintang selatan dan 116,14 derajat bujur timur.

"Gempa terjadi pada 7 Oktober 2026 pukul 04.15 WITA," ujar dia dalam keterangan di Mataram, Rabu.

Pusat gempa tersebut berada sekitar sembilan kilometer tenggara Kabupaten Lombok Barat.

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menyatakan gempa bumi yang mengguncang Lombok Barat tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Meski demikian, getaran gempa dirasakan hingga berbagai wilayah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Hingga informasi tersebut diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bumi tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa bumi di Lombok Barat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi BMKG terkait perkembangan gempa tersebut.

Mitigasi bencana gempa bumi mencakup langkah pra-bencana yang berfokus pada kesiapsiagaan dan pengurangan risiko struktur bangunan. Pembuatan konstruksi bangunan tahan gempa, pemetaan wilayah rawan bencana, serta penyediaan jalur evakuasi yang jelas menjadi fondasi utama dalam meminimalkan dampak kerusakan.

Selain itu, edukasi rutin melalui simulasi bencana dan penyiapan tas siaga bencana di setiap rumah tangga sangat penting untuk memastikan setiap individu mengetahui tindakan perlindungan diri yang harus dilakukan saat guncangan terjadi.

Saat gempa berlangsung dan setelahnya, mitigasi bergeser pada tindakan penyelamatan diri serta respons cepat pascabencana. Prinsip dasar seperti berlindung di bawah meja yang kokoh (drop, cover, hold on) dan menjauhi jendela atau benda berpotensi jatuh dapat menekan risiko cedera fisik secara signifikan.

Begitu guncangan mereda, masyarakat diimbau segera mengevakuasi diri ke area terbuka yang aman dari potensi reruntuhan, memeriksa potensi kebocoran gas atau korsleting listrik, serta memantau informasi resmi untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online