Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 di Masjid Temon
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) menjelaskan gempa tektonik bermagnitudo 5,0 yang mengguncang Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan gempa intraslab yang bersumber dari deformasi internal Lempeng Australia.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 03.15 WIB dengan kedalaman 82 kilometer. Anggota IABI, Daryono, mengatakan gempa dipicu patahan sesar turun atau normal fault di dalam tubuh lempeng samudra yang menunjam ke bawah kawasan Lombok-Bali.
"Gempa ini bukan gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di Pulau Lombok, melainkan gempa intraslab di mana sumbernya berada di dalam Lempeng Australia yang menunjam ke bawah kawasan Lombok-Bali," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Daryono, gempa tersebut terjadi ketika akumulasi tegangan atau stress pada slab lempeng yang menunjam melampaui daya tahan batuan. Kondisi itu kemudian memicu patahan internal dan memancarkan gelombang seismik dengan daya sebar guncangan yang amat luas.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Estimasi peta guncangan atau shakemap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.
Guncangan mencapai skala IV-V MMI di Mataram. Sementara itu, Lombok Tengah mengalami guncangan III-IV MMI.
Guncangan skala III MMI tercatat di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. Adapun Kuta dan Denpasar, Bali, merasakan guncangan pada skala II-III MMI.
Daryono menjelaskan karakteristik gempa intraslab memiliki tingkat produktivitas gempa susulan yang cenderung lebih rendah dibandingkan gempa kerak dangkal. Hal itu berkaitan dengan proses ruptur yang berlangsung pada kondisi tekanan dan suhu tinggi di kedalaman bumi.
Ancaman Gempa Perlu Dipahami Secara 3 Dimensi
Menurut Daryono, peristiwa di Lombok Barat menjadi pengingat bahwa ancaman gempa bumi di Indonesia perlu dipahami secara tiga dimensi.
Ancaman tersebut tidak hanya berasal dari sesar aktif di permukaan maupun zona megathrust. Gempa intraslab juga perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan guncangan yang merusak apabila magnitudonya cukup besar, meskipun hiposenternya relatif dalam.
Indonesia memiliki sejumlah contoh gempa intraslab. Salah satunya gempa Jawa Timur bermagnitudo 6,1 pada 10 April 2021 yang berpusat di Samudra Hindia sebelah selatan Malang.
Gempa tersebut merupakan gempa intraslab yang menimbulkan kerusakan pada ribuan bangunan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Sumbernya boleh jauh di kedalaman, tetapi gelombang gempanya dapat menjangkau wilayah yang sangat luas dan tetap patut diwaspadai," cetusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Trump mengklaim aliran minyak melalui Selat Hormuz telah pulih dan mencapai level yang sama atau melampaui sebelum perang dengan Iran.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Rabu 7 Oktober 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap.
Museum Anaia & Alisha di Kaliurang menghadirkan sejarah rempah, busana Nusantara, edukasi lingkungan, dan konsep warisan lintas generasi.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Simak cara pesan dan yang perlu disiapkan.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.