Wisnus ke DIY Turun 9,15 Persen pada Agustus, Dispar Siapkan Strategi

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 08 Oktober 2026 15:07 WIB
Wisnus ke DIY Turun 9,15 Persen pada Agustus, Dispar Siapkan Strategi

Wisatawan berkunjung ke kawasan Malioboro, Senin (31/8/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) tujuan DIY mencapai 3,89 juta perjalanan pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 9,15% dibandingkan dengan Juli 2026 yang masih berada pada periode libur sekolah.

Meski turun secara bulanan, perjalanan Wisnus ke DIY pada Agustus 2026 masih tumbuh 29,64% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY juga mencatat secara kumulatif Januari–Agustus 2026 terdapat 30,64 juta perjalanan Wisnus menuju DIY. Angka tersebut meningkat 11,39% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penurunan perjalanan Wisnus secara bulanan terjadi di seluruh kabupaten/kota di DIY. Penurunan terbesar tercatat di Kabupaten Gunungkidul, yakni 20,35%.

“Meskipun demikian, Kabupaten Sleman tetap menjadi tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar pada Agustus 2026, yakni sekitar 1,48 juta perjalanan, diikuti Kota Jogja sekitar 986.770 perjalanan,” ujarnya.

Juli Libur Sekolah, Agustus Masuk Low Season

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Eling Priswanto, mengatakan penurunan perjalanan Wisnus sebesar 9,15% pada Agustus dibandingkan Juli merupakan pola musiman yang lazim terjadi.

Menurut dia, Juli merupakan periode puncak libur sekolah atau high season. Memasuki Agustus, aktivitas sekolah dan pekerjaan kembali berjalan normal di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga mobilitas wisatawan turut berubah.

“Bulan Juli merupakan puncak libur sekolah atau high season, sementara Agustus menandai kembalinya rutinitas sekolah dan kerja di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Meski demikian, Dispar DIY tidak ingin periode low season membuat pergerakan wisatawan terlalu jauh menurun. Sejumlah strategi disiapkan untuk menjaga kunjungan wisatawan tetap bergerak.

Event hingga Paket Wisata Disiapkan

Eling mengatakan salah satu strategi yang didorong adalah memperkuat sektor wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pemerintah daerah mendorong penyelenggaraan kegiatan korporasi, kementerian, lembaga, serta asosiasi nasional di Yogyakarta, terutama pada hari kerja.

Strategi berikutnya adalah memperbanyak event yang menggabungkan ekonomi kreatif dan budaya. Festival seni, pertunjukan musik, maraton, hingga pameran ekonomi kreatif berskala nasional diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata pada bulan-bulan low season.

Dispar DIY juga akan mengoptimalkan promosi paket perjalanan di desa wisata. Paket singkat atau weekend getaway dan eduwisata berbasis desa wisata akan diarahkan kepada segmen keluarga dan anak muda.

Selain itu, pemerintah daerah akan menggandeng pelaku usaha pariwisata untuk menghadirkan promosi bersama.

“Bekerja sama dengan PHRI (Perhotelan), ASITA (Travel Agent), dan moda transportasi untuk merilis paket diskon gabungan (bundling package) khusus liburan akhir pekan,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, penurunan perjalanan Wisnus pada Agustus diharapkan tidak berlanjut menjadi tren berkepanjangan. Apalagi, secara tahunan dan kumulatif, perjalanan Wisnus ke DIY sepanjang 2026 masih menunjukkan pertumbuhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online