Tingkatkan Pendapatan, Perumda Aneka Usaha Kulonprogo Diminta Terus Berinovasi

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Jum'at, 09 Oktober 2026 06:07 WIB
Tingkatkan Pendapatan, Perumda Aneka Usaha Kulonprogo Diminta Terus Berinovasi

Agenda Manunggal Fair 2026 yang digelar Perumda Aneka Usaha Kulonprogo, beberapa waktu lalu./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kabupaten Kulonprogo mendorong Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha terus melakukan inovasi agar mampu mengoptimalkan potensi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kulonprogo.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan DPRD Kulonprogo ke Perumda Aneka Usaha sebagai bagian dari fungsi pengawasan. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono, tersebut juga menjadi momentum bagi legislatif untuk menyerap aspirasi dari jajaran Perumda Aneka Usaha.

Lajiyo mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. DPRD Kulonprogo ingin mengetahui berbagai persoalan teknis yang dihadapi Perumda Aneka Usaha sekaligus mencari mekanisme penyelesaian terbaik apabila ditemukan kendala di lapangan.

Menurut Lajiyo, DPRD juga memberi perhatian terhadap berbagai langkah inovasi yang disiapkan Perumda Aneka Usaha ke depan. Inovasi dinilai menjadi bagian penting agar perusahaan daerah tersebut mampu mengelola dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Dorong Kontribusi PAD Kulonprogo

Lajiyo mendorong Perumda Aneka Usaha terus mengembangkan pengelolaan bisnis sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah Kulonprogo.

"Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD untuk mendorong pengelolaan badan usaha milik daerah agar semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kulonprogo," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Dorongan tersebut juga muncul ketika Perumda Aneka Usaha tengah bersiap menjalani proses peralihan badan hukum menjadi perusahaan perseroan daerah (Perseroda) dalam waktu dekat.

Perubahan badan hukum menjadi Perseroda dinilai dapat memberikan keleluasaan bagi Perumda Aneka Usaha dalam mencari tambahan modal. Selain itu, perubahan tersebut diharapkan membuat perusahaan dapat bergerak lebih mandiri dan fleksibel sehingga berpotensi menghasilkan laba lebih besar untuk kemudian berkontribusi terhadap PAD Kulonprogo.

"Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas dalam menjalin kerja sama dengan investor," ucap Lajiyo Yok yang merupakan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kulonprogo ini.

Manunggal Fair Kulonprogo 2026

Salah satu kegiatan yang baru-baru ini berhasil digelar Perumda Aneka Usaha adalah Manunggal Fair Kulonprogo 2026. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian hari jadi HUT ke-75 Kabupaten Kulonprogo.

Pelaksanaan Manunggal Fair Kulonprogo tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam konteks pelaksanaan tahun ini, kegiatan tersebut tidak didanai melalui APBD Kulonprogo.

Kemandirian dalam penyelenggaraan Manunggal Fair dinilai menjadi angin segar bagi Perumda Aneka Usaha. Meski tanpa menggunakan APBD Kulonprogo, kegiatan tersebut tetap mampu mendatangkan banyak pengunjung.

"Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulonprogo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulonprogo, Bambang Sutrisno.

Adapun perputaran uang atau nilai transaksi selama pelaksanaan Manunggal Fair 2026 diklaim mencapai lebih dari Rp5 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online