9 Oktober 2026 Memperingati Hari Apa? Ini Daftarnya

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 06:27 WIB
9 Oktober 2026 Memperingati Hari Apa? Ini Daftarnya

Ilustrasi kalender liburan/Bisnis

Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 9 Oktober 2026 jatuh pada Jumat dan bertepatan dengan sejumlah peringatan di berbagai negara. Di antaranya Hari Pos Sedunia, Hari Hangul di Korea Selatan, serta Hari Kemerdekaan Uganda. Tanggal ini juga dikaitkan dengan peringatan surat-menyurat dan sejumlah kampanye sosial.

Bagi pembaca yang mencari daftar hari penting pada 9 Oktober, penting membedakan peringatan tahunan bertanggal tetap dengan peringatan yang mengikuti hari tertentu dalam kalender.

1. Hari Pos Sedunia

Hari Pos Sedunia atau World Post Day diperingati setiap 9 Oktober untuk menandai berdirinya Universal Postal Union (UPU) pada 1874 di Bern, Swiss. Peringatan ini ditetapkan melalui Kongres Pos Universal di Tokyo, Jepang, pada 1969.

Hari Pos Sedunia mengingatkan masyarakat bahwa layanan pos tidak hanya berfungsi untuk mengirim surat dan paket. Jaringan pos juga membantu menghubungkan masyarakat, mendukung kegiatan usaha, dan menjangkau wilayah yang sulit mendapatkan layanan lain.

Tema Hari Pos Sedunia 2026 adalah “One postal network, infinite possibilities” atau satu jaringan pos dengan kemungkinan tanpa batas. Tema ini menyoroti peran jaringan pos dalam menghubungkan masyarakat dan mendukung akses terhadap layanan penting di tengah perkembangan teknologi digital.

2. Hari Surat Menyurat Internasional

Tanggal 9 Oktober juga dikaitkan dengan kegiatan berkirim surat dan Kompetisi Menulis Surat Internasional yang diselenggarakan UPU. Kompetisi tersebut bertujuan mendorong kemampuan literasi, kreativitas, dan keterampilan komunikasi di kalangan anak-anak.

Kompetisi menulis surat internasional UPU telah berlangsung sejak 1971 dan ditujukan kepada peserta muda berusia 9–15 tahun. Anak-anak diminta menulis surat berdasarkan tema yang ditentukan, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menyampaikan gagasan kepada orang lain.

Meski komunikasi digital kini lebih banyak digunakan, surat tetap memiliki nilai sebagai sarana menyampaikan pesan secara personal. Namun, istilah Hari Surat Menyurat Internasional perlu dibedakan dari Hari Pos Sedunia karena tidak semua sumber resmi mencatatnya sebagai peringatan global tersendiri dengan status yang sama.

3. Kampanye Pencegahan Perundungan

National Stop Bullying Day merupakan kampanye yang mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang bahaya perundungan. Peringatan ini dikaitkan dengan Rabu kedua Oktober, sehingga pada 2026 jatuh pada Rabu, 14 Oktober.

Perundungan dapat terjadi melalui tindakan fisik, ucapan yang merendahkan, pengucilan sosial, maupun media digital. Dampaknya dapat memengaruhi rasa aman dan kesejahteraan korban, terutama anak-anak dan remaja di lingkungan sekolah.

Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan antara lain membangun lingkungan yang aman untuk melapor, menanggapi laporan secara serius, serta mengajarkan anak menghormati orang lain baik secara langsung maupun di ruang digital.

4. Hari Perawat Darurat

Emergency Nurses Day atau Hari Perawat Darurat merupakan penghormatan bagi tenaga keperawatan yang bekerja menangani pasien dalam kondisi gawat darurat. Peringatan ini diprakarsai Emergency Nurses Association pada 1989 dan ditetapkan pada Rabu kedua Oktober setiap tahun.

Pada 2026, Hari Perawat Darurat jatuh pada 14 Oktober. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengapresiasi perawat yang menangani pasien dengan kebutuhan medis mendesak, mulai dari korban kecelakaan hingga orang dengan kondisi yang mengancam jiwa.

Pekerjaan di unit gawat darurat menuntut ketepatan penilaian, kemampuan bekerja dalam tekanan, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan lain. Karena itu, penghargaan terhadap perawat darurat juga menjadi pengingat tentang pentingnya dukungan terhadap tenaga kesehatan di lini pelayanan langsung.

5. Hari Hangul di Korea Selatan

Korea Selatan memperingati Hari Hangul atau Hangeul Day setiap 9 Oktober. Hari nasional ini didedikasikan untuk mengenang penciptaan dan pengumuman alfabet Korea yang dikenal sebagai Hangul, berkaitan dengan penerbitan Hunminjeongeum pada 1446 pada masa pemerintahan Raja Sejong.

Sebelum Hangul digunakan secara luas, tulisan berbasis aksara Tionghoa berperan besar dalam kegiatan tulis-menulis di Korea. Sistem tulisan baru tersebut dirancang agar masyarakat lebih mudah mempelajari cara membaca dan menulis dalam bahasa mereka sendiri.

Hari Hangul diperingati melalui kegiatan budaya, pameran, dan acara yang mengangkat sejarah bahasa Korea. Selain memperingati warisan budaya, perayaan ini juga menegaskan pentingnya bahasa dan sistem tulisan dalam membentuk identitas masyarakat.

6. Hari Kemerdekaan Uganda

Tanggal 9 Oktober juga menjadi Hari Kemerdekaan Uganda. Negara di Afrika Timur itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 9 Oktober 1962.

Kemerdekaan tersebut mengakhiri masa pemerintahan kolonial Inggris dan membuka babak baru bagi Uganda sebagai negara berdaulat. Apollo Milton Obote menjadi perdana menteri ketika Uganda merdeka, sedangkan negara itu kemudian menjadi republik pada 1963.

Setiap tahun, peringatan kemerdekaan menjadi momen untuk mengenang sejarah negara sekaligus merayakan identitas nasional. Kegiatan peringatan dapat mencakup upacara resmi, pertunjukan budaya, dan acara masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online