Disdikpora DIY Petakan Kebutuhan Guru SMA, Lima Mapel Jadi Sorotan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 10 Oktober 2026 19:27 WIB
Disdikpora DIY Petakan Kebutuhan Guru SMA, Lima Mapel Jadi Sorotan

Guru - Ilustrasi/Antar

Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan guru di sejumlah SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pemetaan awal menunjukkan kebutuhan tenaga pengajar antara lain berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Jawa, serta layanan Bimbingan dan Konseling (BK).

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per Januari 2026, jumlah guru SMA negeri dan swasta di DIY tercatat sebanyak 4.439 orang. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kecukupan tenaga pengajar di setiap sekolah karena kebutuhan masing-masing satuan pendidikan berbeda.

Kepala Disdikpora DIY, Raden Suci Rohmadi, mengatakan data tersebut menjadi salah satu acuan untuk memetakan kebutuhan, ketersediaan, dan persebaran guru. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah rombongan belajar, struktur kurikulum, beban mengajar, serta kesesuaian kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diajarkan.

“Namun, kondisi kebutuhan guru tidak selalu sama antara satu sekolah dan sekolah lainnya,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Suci, sekolah tertentu bisa mengalami kekurangan guru untuk mata pelajaran tertentu, sedangkan sekolah lain memiliki jumlah tenaga pengajar yang relatif mencukupi. Karena itu, penentuan wilayah dengan kebutuhan guru terbesar memerlukan analisis data yang terperinci menurut kabupaten/kota dan mata pelajaran.

Kondisi tersebut membuat jumlah guru secara keseluruhan belum cukup untuk menentukan apakah kebutuhan tenaga pengajar telah terpenuhi. Disdikpora perlu melihat kesesuaian antara ketersediaan guru, kompetensi yang dimiliki, dan kebutuhan pembelajaran di masing-masing sekolah.

Kekosongan Formasi hingga Ketidaksesuaian Kompetensi

Suci menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi ketersediaan dan persebaran guru. Salah satunya adalah kekosongan kebutuhan tenaga pengajar akibat pensiun, meninggal dunia, mutasi, maupun perubahan kebutuhan pembelajaran yang tidak selalu dapat dipenuhi pada waktu bersamaan.

Faktor berikutnya adalah kesesuaian kualifikasi dan kompetensi guru dengan mata pelajaran yang dibutuhkan. Ketersediaan tenaga pengajar di suatu wilayah belum tentu dapat langsung menjawab kebutuhan sekolah apabila bidang keahliannya berbeda.

Selain itu, sinkronisasi data dari berbagai sistem pendataan masih perlu diperkuat agar perencanaan kebutuhan guru semakin akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di sekolah.

“Faktor-faktor tersebut perlu dilihat secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil tidak hanya menambah jumlah guru, tetapi juga memperbaiki distribusi dan kesesuaian kompetensi guru dengan kebutuhan pembelajaran,” jelasnya.

Disdikpora Kaji Penataan dan Redistribusi Guru

Untuk mengatasi ketidakseimbangan persebaran tenaga pengajar, Disdikpora DIY akan mengkaji kemungkinan penataan atau redistribusi guru apabila hasil pemetaan menunjukkan kebutuhan tersebut. Pelaksanaannya tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan kondisi sekolah asal maupun sekolah tujuan.

Menurut Suci, langkah yang disiapkan meliputi pemetaan kebutuhan berdasarkan kondisi riil satuan pendidikan, optimalisasi beban kerja guru sesuai peraturan, penguatan integrasi data, serta penentuan prioritas pemenuhan tenaga pengajar.

Penataan juga perlu memperhatikan kesesuaian kompetensi guru dan keberlangsungan proses pembelajaran agar pemenuhan kebutuhan di satu sekolah tidak menimbulkan persoalan baru di sekolah lain.

“Prinsipnya, penataan dilakukan untuk mendukung pemerataan layanan pendidikan dan memastikan peserta didik memperoleh hak pembelajaran secara optimal,” ujarnya.

Suci berharap langkah tersebut dapat memperbaiki pemerataan guru secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan tenaga pengajar yang sesuai kebutuhan, sekolah diharapkan dapat memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada seluruh peserta didik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online