Kasus Diare di Sleman Naik Jadi 1.337, Dinkes Ingatkan Risiko Keterbatasan Air
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda Sleman pada musim hujan tahun lalu./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menyiapkan langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memetakan titik kritis saluran air serta memprioritaskan pembersihan sampah dan pengerukan sedimentasi untuk mencegah luapan air.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait pada Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sleman mengenai kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
“Bupati sudah memberi arahan. Hari Senin akan kami rapatkan dengan instansi terkait untuk persiapannya,” kata Nurrochmawardi saat dihubungi, Sabtu (10/10/2026).
Saluran Tersumbat Jadi Prioritas Penanganan
Nurrochmawardi menjelaskan, DPUPKP Sleman akan terlebih dahulu mengidentifikasi lokasi yang berpotensi mengalami gangguan aliran air. Setelah pemetaan dilakukan, penanganan diprioritaskan pada saluran yang mengalami penumpukan sampah dan sedimentasi.
Upaya pembersihan dilakukan melalui pengerukan atau yang dikenal sebagai gali waled. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air ketika hujan deras mengguyur wilayah Sleman.
Menurut Nurrochmawardi, curah hujan tinggi juga berpotensi berdampak pada infrastruktur, terutama jalan dan talud. Dalam kondisi tertentu, limpasan air yang besar dapat menjadikan jalan sebagai jalur aliran air.
Adapun perbaikan talud yang dilakukan sepanjang tahun ini telah menjangkau 10 lokasi. Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kerusakan akibat aliran air.
Drainase dan Kebutuhan Air Bersih Ikut Diperhatikan
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan kesiapan menghadapi musim hujan juga dilakukan melalui pembersihan drainase. Penanganan terutama menyasar kawasan yang rawan mengalami penyumbatan akibat sampah, melanjutkan upaya serupa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Selain mengantisipasi banjir, DPUPKP Sleman turut memperhatikan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Instansi tersebut berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menangani dusun yang mengalami penurunan debit air sumur.
Penanganan dilakukan melalui distribusi air atau dropping oleh BPBD. Selain itu, terdapat rekomendasi pembersihan pompa air pada Sistem Penyediaan Air Minum Perdesaan (SPAMDes) untuk mendukung ketersediaan air bagi masyarakat.
Haryadi menambahkan, perbaikan infrastruktur air minum juga dilakukan di wilayah Sleman Barat. Sementara itu, pekerjaan drainase di kawasan selatan UPN Veteran Jogja masih berada dalam tahap konstruksi.
Musim Hujan Sleman Diprediksi Mulai Akhir November
Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, memaparkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai awal musim hujan di wilayah tersebut. Sleman bagian utara diprediksi mulai memasuki musim hujan pada akhir November 2026.
Sementara itu, wilayah Sleman bagian tengah hingga selatan diperkirakan mengalami awal musim hujan pada awal Desember 2026. Perbedaan perkiraan waktu tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan langkah antisipasi di setiap wilayah.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Sukarmin menginstruksikan ketua tim, kelompok, dan pengawas bidang agar rutin memantau saluran air. Pengawasan difokuskan pada lokasi yang berpotensi mengalami sedimentasi tinggi maupun penumpukan sampah.
Pemantauan juga diperlukan pada saluran di sekitar jembatan yang berisiko tersumbat. Melalui pemetaan titik kritis, pembersihan drainase, serta pengerukan sedimentasi, DPUPKP Sleman berharap potensi luapan air saat musim hujan dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sepakat memperkuat industri pertahanan, pendidikan militer, dan investasi strategis kedua negara.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
MotoGP Mandalika 2026 menarik lebih dari 157.000 penonton. Erick Thohir optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai.
Polrestabes Semarang menyelidiki kematian pelajar SMP berusia 16 tahun yang ditemukan dengan luka di kepala. Polisi memeriksa saksi dan CCTV.
Sleman memetakan titik kritis saluran air, membersihkan drainase, dan menyiapkan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.