Sleman Prioritaskan Perbaikan Jalan Menuju Pintu Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Selasa, 13 Oktober 2026 16:37 WIB
Sleman Prioritaskan Perbaikan Jalan Menuju Pintu Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan kabupaten yang menjadi penghubung menuju pintu Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen masuk prioritas pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Sleman. Penanganan ini disiapkan untuk mendukung akses masyarakat seiring pembangunan jaringan jalan tol di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, mengatakan bidang bina marga telah diminta mengidentifikasi ruas jalan yang terhubung dengan akses masuk (entrance) maupun keluar (exit) tol.

“Teman-teman Bina Marga sudah saya minta untuk mengidentifikasi satu, akses pintu entrance/exit tol,” kata Sukarmin, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, jalan kabupaten yang mengarah ke pintu tol akan menjadi salah satu prioritas penanganan. Bentuk pekerjaan dapat berupa pemeliharaan rutin maupun peningkatan kualitas jalan, menyesuaikan kebutuhan masing-masing ruas.

“Jalan-jalan kabupaten yang menuju exit/entrance tol itu menjadi prioritas penanganan kita, baik itu pemeliharaan maupun peningkatan,” ujarnya.

Sejumlah Ruas Jalan di Sleman Ditingkatkan

Sukarmin menyebut peningkatan kualitas jalan telah dilakukan di Karang Kalasan, Kalasan. Ruas tersebut berada di kawasan yang berkaitan dengan pembangunan Tol Jogja-Solo.

Peningkatan jalan juga dilakukan di Gayamharjo. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung konektivitas menuju Jalan Bokoharjo-Lemahabang, yang direncanakan menjadi akses ke arah Tol Jogja-Solo.

“Di daerah atas, di daerah Gayamharjo, itu sudah kita tingkatkan. Nanti begitu selesai yang jalan Bokoharjo ke Lemahabang, praktis jalan tersebut akan menunjang ke akses tol,” tutur Sukarmin.

Selain dua kawasan tersebut, penanganan jalan juga menyasar wilayah Tempel yang bersinggungan dengan pembangunan Tol Jogja-Bawen.

“Di daerah Tempel juga ada ya,” katanya.

Identifikasi ruas jalan menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan penanganan infrastruktur di sekitar akses tol. Bagi masyarakat, kualitas jalan penghubung menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran perjalanan menuju maupun dari kawasan pintu tol.

Meski demikian, DPUPKP Sleman belum merinci seluruh ruas yang masuk daftar prioritas, termasuk jadwal dan alokasi anggaran untuk setiap pekerjaan. Karena itu, penanganan jalan di masing-masing wilayah masih perlu dilihat berdasarkan rencana teknis dan pelaksanaan di lapangan.

Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani-Maguwoharjo

Sementara itu, pembangunan Tol Jogja-Solo turut berlangsung di kawasan Sleman. PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) sebelumnya mencatat progres fisik pembangunan segmen Interchange Purwomartani-Ramp On/Off Maguwoharjo mencapai 47% per 12 Agustus 2026.

Humas JMJ, Rachmat, menyampaikan capaian tersebut pada 20 Agustus 2026. Ruas sepanjang sekitar 3,7 kilometer itu merupakan bagian dari Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.1, dengan konstruksi melayang (elevated) yang membentang hingga kawasan Ring Road Utara.

JMJ saat itu memperkirakan pengerjaan segmen Purwomartani-Maguwoharjo dapat selesai pada 2027. Namun, target tersebut masih berupa perkiraan dan bukan kepastian penyelesaian proyek.

Peningkatan jalan kabupaten dan pembangunan tol merupakan dua pekerjaan berbeda, tetapi keduanya berkaitan dengan konektivitas wilayah. Kesiapan jalan penghubung menjadi hal yang perlu diperhatikan agar akses menuju pintu tol dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih lancar setelah fasilitas tersebut beroperasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online