Dari Donat Mochi hingga Gim AR, Karya Siswa Unjuk Gigi Ajang Genius Hour SMK BMD

Newswire
Newswire Selasa, 13 Oktober 2026 13:47 WIB
Dari Donat Mochi hingga Gim AR, Karya Siswa Unjuk Gigi Ajang Genius Hour SMK BMD

Siswa SMK Budi Mulia Dua Jogja memamerkan inovasi kuliner Nusantara, pastry fusion, dan 13 gim bertema lingkungan serta profesi. /istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Siswa SMK Budi Mulia Dua (BMD) Jogja memamerkan beragam karya kreatif melalui inovasi kuliner hingga pengembangan gim digital dalam ajang Genius Hour di PLAI Cafe, Selasa (13/10/2026). Pameran ini menampilkan jajanan tradisional, pastry dengan perpaduan cita rasa lokal dan internasional, serta 13 gim buatan siswa kelas X hingga XII.

Karya yang dipamerkan mencerminkan pembelajaran berbasis praktik di sekolah tersebut. Siswa jurusan kuliner mengembangkan produk makanan dengan konsep berbeda sesuai tingkat kelas, sedangkan siswa jurusan game menampilkan gim dua dimensi (2D) hingga tiga dimensi (3D) yang dapat dimainkan melalui komputer maupun perangkat mobile.

Melalui pameran tersebut, para siswa tidak hanya menunjukkan hasil pembelajaran, tetapi juga memperkenalkan karya yang berpotensi dikembangkan menjadi portofolio untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, atau merintis usaha di industri kreatif.

Jajanan Pasar hingga Pastry Fusion

Sebanyak 33 siswa kelas X jurusan kuliner ikut ambil bagian dalam pameran dengan menyajikan beragam menu sesuai tema yang diusung. Pengunjung dapat menemukan sajian kuliner tradisional hingga kreasi modern yang dikembangkan melalui proses pembelajaran di sekolah.

Kepala Program Keahlian (Kaproli) Jurusan Kuliner SMK Budi Mulia Dua Jogja, Maman R Rukmana, menjelaskan setiap angkatan mengusung tema berbeda dalam pameran tersebut.

Siswa kelas X mengangkat tema kuliner Nusantara dengan menyajikan jajanan pasar autentik, seperti cenil, aneka kukusan, dan bubur sumsum. Sementara itu, siswa kelas XI menampilkan kue dan cake khas Indonesia, mulai dari bakpia, serabi, lemper, hingga berbagai jajanan tradisional lainnya.

Kreasi berbeda ditampilkan siswa kelas XII melalui produk pastry berkonsep fusion. Konsep ini memadukan cita rasa lokal dengan pengaruh kuliner internasional, termasuk perpaduan budaya makanan Indonesia, Asia, dan Eropa.

Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah donat dengan isian yang dimodifikasi menggunakan koco pandan. Ada pula cake dengan topping es teler yang dikemas dalam bentuk kering menggunakan komponen buah-buahan dan santan, serta donat yang dibungkus mochi.

"Contohnya di sini ada donat, tapi isinya kita rubah menjadi isi koco pandan. Ada juga cake dengan topping es teler yang dikemas kering menggunakan komponen buah-buahan dan santan, serta donat yang dibungkus mochi," ujar perwakilan pihak sekolah saat ditemui di lokasi acara, Selasa (13/10/2026).

Sebelum diperkenalkan kepada pengunjung, para siswa menjalani tiga hingga empat kali uji coba produk atau trial. Proses tersebut dilakukan di bawah evaluasi guru untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang diharapkan.

Seluruh proses pembuatan makanan berlangsung di lingkungan sekolah untuk menjaga kualitas dan kesegaran sajian. Melalui pengembangan produk pastry fusion, pihak sekolah berharap kreasi siswa memiliki peluang untuk memasuki pasar kuliner komersial berkat keunikan yang ditawarkan.

Siswa SMK BMD Kembangkan 13 Gim Digital

Selain karya kuliner, Genius Hour juga menjadi ajang bagi siswa jurusan game untuk memamerkan hasil pengembangan gim digital. Sebanyak 13 gim dari berbagai jenis dan platform dikembangkan oleh siswa kelas X, XI, hingga XII.

Gim yang dipamerkan mencakup format dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Karya tersebut dirancang untuk perangkat komputer atau desktop/PC serta perangkat mobile yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR).

Kepala Program Keahlian (Kaproli) Jurusan Game SMK Budi Mulia Dua Jogja, Farrizka Annafi, mengatakan pengembangan gim dalam Genius Hour tahun ini berfokus pada dua tema utama, yakni lingkungan dan pengenalan profesi.

"Untuk gim sendiri sebenarnya untuk event ini saya bagi jadi dua tema, pertama tema lingkungan dan kedua tema profesi. Ada gim tentang pemadam kebakaran, kurir, hingga edukasi pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan," ujarnya.

Melalui tema tersebut, siswa mengembangkan gim dengan beragam konsep permainan. Beberapa karya memperkenalkan profesi, seperti pemadam kebakaran dan kurir, sedangkan karya lainnya mengangkat edukasi pengelolaan sampah serta pemeliharaan lingkungan.

Prototipe Gim

Proses pembuatan gim dalam Genius Hour dirancang untuk melatih kedisiplinan sekaligus kemampuan bekerja sama. Pembagian tugas disesuaikan dengan tingkat kelas, yakni siswa kelas XII mengembangkan gim secara mandiri, sedangkan siswa kelas X dan XI bekerja dalam tim kolaboratif.

Meski waktu pengerjaannya relatif singkat, sekitar satu pekan, para siswa berhasil menyelesaikan prototipe gim yang responsif dan siap dimainkan. Hasil tersebut kemudian diperkenalkan kepada pengunjung dalam pameran sekolah.

"Pembelajaran pengembangan gim di SMK Budi Mulia Dua Jogja telah dimulai sejak siswa duduk di kelas X. Materinya mencakup tiga pilar utama, yaitu game design, game art, dan game programming," ujarnya.

Ketiga bidang tersebut menjadi dasar bagi siswa untuk memahami proses pembuatan gim, mulai dari perancangan konsep, pengembangan aspek visual, hingga pemrograman. Pembelajaran yang berorientasi pada praktik juga mendorong siswa membangun portofolio karya sejak dini.

Portofolio tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk mengikuti program magang ketika duduk di kelas XII, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja di industri kreatif, maupun merintis startup gim secara mandiri.

Selain mengembangkan karya untuk dipamerkan di sekolah, siswa SMK Budi Mulia Dua Jogja juga rutin diikutsertakan dalam berbagai kompetisi pengembangan gim atau game jam tingkat global.

Melalui kegiatan tersebut, siswa jurusan kuliner dan game memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil pembelajaran dalam bentuk karya nyata. Inovasi makanan dan pengembangan gim menjadi dua bidang yang diperkenalkan dalam Genius Hour, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan dan portofolio siswa sebelum memasuki dunia profesional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online