DPRD Bantul Soroti Kebersihan Pasar dan Beban Pungutan Pedagang

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 17 Oktober 2026 20:27 WIB
DPRD Bantul Soroti Kebersihan Pasar dan Beban Pungutan Pedagang

Ilustrasi pedagang sayur di Pasar Tradisional - Antara

Harianjogja.com, BANTUL—Kebersihan lingkungan, keamanan akses masuk, hingga beban pungutan menjadi sejumlah persoalan pasar tradisional di Bantul yang mendapat perhatian DPRD. Pembenahan berbagai aspek tersebut dinilai penting agar pedagang dapat menjalankan usaha dengan lebih nyaman dan masyarakat tetap tertarik berbelanja di pasar rakyat.

Wakil Ketua DPRD Bantul, Suradal, mengatakan masih ada pasar yang memiliki akses masuk belum optimal. Pengaturan rambu dan penyediaan fasilitas pendukung juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan keselamatan serta kelancaran mobilitas pedagang dan pengunjung.

“Pasar tradisional tidak cukup hanya menjadi tempat transaksi jual beli. Pengelolaannya juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan, keselamatan, dan kebersihan lingkungan supaya masyarakat tetap tertarik berbelanja di pasar rakyat,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Kebersihan dan fasilitas pasar perlu dibenahi

Menurut Suradal, kebersihan lingkungan menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan pasar tradisional. Sampah yang menumpuk terlalu lama dapat mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus membuat lingkungan pasar terlihat kumuh.

Karena itu, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara rutin agar kondisi pasar tetap bersih. Lingkungan yang terawat diharapkan dapat menunjang kegiatan jual beli sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk datang dan berbelanja.

Selain kebersihan, kelengkapan sarana dan prasarana juga perlu mendapat perhatian. Akses masuk yang memadai, pengaturan rambu, serta fasilitas pendukung dibutuhkan agar aktivitas di pasar berlangsung lebih aman dan nyaman.

Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pasar tradisional di tengah persaingan dengan pasar modern dan toko jejaring. Bagi pedagang, kondisi pasar yang tertata dapat mendukung kegiatan usaha, sedangkan bagi pembeli, kenyamanan lingkungan menjadi salah satu faktor saat memilih tempat berbelanja.

DPRD soroti beban pungutan pedagang

Persoalan yang turut menjadi perhatian DPRD Bantul adalah iuran retribusi dan berbagai pungutan yang dibebankan kepada pedagang. Suradal mengaku menerima beragam masukan dari pedagang mengenai beban yang harus mereka tanggung selama menjalankan usaha.

Masukan tersebut, menurut dia, menjadi bahan evaluasi untuk mendorong iklim usaha yang lebih kondusif. Berbagai pungutan perlu dikaji agar tidak menjadi beban berlebihan yang berpotensi menghambat perkembangan usaha, khususnya bagi pedagang kecil.

“Arah kami selaku wakil rakyat adalah mendorong pasar tradisional tetap eksis dan mampu bersaing dengan pasar modern atau toko jejaring. Oleh karena itu, berbagai beban yang dirasakan pedagang perlu dikaji agar tidak menghambat daya saing pasar tradisional. Jika tidak kita perhatikan, pasar tradisional bisa kalah dengan pasar daring,” ungkapnya.

Persaingan pasar tradisional kini tidak hanya datang dari pasar modern dan toko jejaring, tetapi juga dari kebiasaan masyarakat berbelanja secara daring. Karena itu, pembenahan fasilitas dan evaluasi beban usaha menjadi dua hal yang disoroti agar pasar tradisional tetap mampu menarik pembeli sekaligus memberi ruang bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya.

DPRD Bantul berharap kebersihan lingkungan, keselamatan akses, kelengkapan sarana dan prasarana, serta evaluasi pungutan menjadi bagian dari pembenahan pengelolaan pasar. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kenyamanan pengunjung, mendukung keberlangsungan usaha pedagang, dan memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online