Generasi Muda Gunungkidul Dilibatkan dalam Isu Kesehatan Jiwa

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 18 Oktober 2026 11:17 WIB
Generasi Muda Gunungkidul Dilibatkan dalam Isu Kesehatan Jiwa

Pentas monolog dalam acara Ruang Cerita Orang Muda bertajuk Youth Stories, Real Voice, Real Change digelar di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (17/10). Harian Jogja/David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Generasi muda di Gunungkidul diajak terlibat aktif dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Salah satunya melalui kegiatan Ruang Cerita Orang Muda bertajuk Youth Stories, Real Voice, Real Change yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026. Acara ini sekaligus menjadi ruang belajar dan partisipasi bagi anak muda melalui peluncuran Ruang Cerita Orang Muda, bagian dari laboratorium sosial Karang Taruna Samuta Siraman, Wonosari.

Manajer Program Rehabilitasi Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM), Christian Pramudya, mengatakan kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Karang Taruna Samuta Siraman.

Christian berharap ruang tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran mengenai kesehatan mental yang bisa dimanfaatkan dan dibagikan kepada lebih banyak pihak.

“Ini adalah sebuah gagasan besar. Mimpinya adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi rujukan dan pusat sumber belajar tentang kesehatan mental, yang nantinya dapat dibagikan ke lebih banyak pihak,” kata Christian, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan ini juga diharapkan mendorong para pemangku kepentingan, terutama pemerintah, untuk memperluas ruang partisipasi yang bermakna bagi generasi muda.

Pelibatan tersebut dapat dilakukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan maupun kegiatan komunitas, seperti Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya, termasuk organisasi berbasis keagamaan.

“Acara menjadi bagian untuk memeringati Hari Kesehatan Mental sedunia,” katanya.

Anak Muda Sampaikan Rekomendasi kepada Pemkab

Perwakilan Karang Taruna Siraman, Ahnaf Fauzy Zulkarnain, mengatakan kegiatan Ruang Cerita Orang Muda juga menjadi wadah untuk menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan. Mereka diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga ikut berperan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program.

“Kami minta agar anak muda bisa dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan mental. Aspirasi yang kami sampaikan perlu ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang jelas, pembagian tanggung jawab, serta evaluasi secara berkala,” katanya.

Ahnaf menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan mental bagi generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ruang aman, dukungan sosial, literasi kesehatan mental, serta akses terhadap layanan dan kebijakan yang ramah bagi anak muda.

Pemkab Gandeng 11 Mahasiswa UGM untuk Konseling

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mendukung kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya memfasilitasi kesehatan mental di kalangan generasi muda.

Menurut Ismono, penanganan persoalan kesehatan jiwa membutuhkan dukungan dari teman sebaya serta kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, upaya pendampingan bagi anak muda dapat diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak.

“Orang muda dapat menjadi tempat pertama bagi teman-temannya untuk bercerita dan mencari dukungan mengenai kesehatan mental,” katanya.

Untuk memperluas akses terhadap layanan konseling, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi tersebut dilakukan dengan menerjunkan 11 mahasiswa untuk memberikan layanan konseling terkait kesehatan jiwa.

“Upaya ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara orang muda, sekolah, layanan kesehatan, dan institusi pendidikan dalam membangun dukungan kesehatan mental yang lebih mudah dijangkau,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online