Pengangguran DIY Capai 70.560 Orang, DPRD Soroti Kompetensi Lulusan

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 20 Oktober 2026 15:27 WIB
Pengangguran DIY Capai 70.560 Orang, DPRD Soroti Kompetensi Lulusan

Ilustrasi pengangguran. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 70.560 orang pada Mei 2026. DPRD DIY menyoroti pentingnya penguatan kompetensi lulusan serta keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri untuk memperluas peluang kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan jumlah pengangguran tersebut bertambah 1.020 orang dibandingkan Februari 2026. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja justru berkurang sebanyak 11.040 orang.

Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, menilai persoalan pengangguran berkaitan erat dengan kemiskinan. Karena itu, strategi penyiapan tenaga kerja perlu diperkuat, terutama melalui penyelarasan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan perusahaan.

"Pengangguran ini menjadi salah satu pemicu utama kemiskinan. Strategi yang dicanangkan melalui sinergi sekolah dan dunia kerja harus benar-benar optimal. Lulusan harus siap dengan skill dan kapabilitas yang dibutuhkan industri," kata Imam, Senin (19/10/2026).

Menurut Imam, hubungan antara sekolah dan dunia usaha maupun dunia industri perlu berjalan efektif. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki bekal pendidikan, tetapi juga keterampilan yang relevan untuk memasuki pasar kerja.

DPRD DIY, lanjutnya, siap memfasilitasi kebutuhan sekolah sesuai kewenangan pemerintah daerah, termasuk melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Pendidikan Karakter Dinilai Penting

Selain keterampilan akademis dan teknis, kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja juga perlu ditopang pendidikan karakter. Anggota Komisi D DPRD DIY, Muhammad Yazid, mengatakan kedisiplinan dan ketangguhan mental merupakan aspek penting yang perlu dibentuk selama proses pendidikan.

Yazid menilai sekolah dan orang tua perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pendidikan karakter. Kemampuan menghadapi tantangan dan sikap pantang menyerah dinilai menjadi bekal bagi siswa ketika memasuki lingkungan kerja.

"Harus ada pemahaman yang sama antara pihak sekolah dan orang tua. Pendidikan ini tidak hanya memintarkan otak, tapi juga mengasah watak. Orang tua harus paham bahwa sekolah juga bertugas membangun karakter anak agar punya jiwa fighter," kata Yazid.

Menurut dia, pembentukan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi. Dengan begitu, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada kelulusan, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan sekolah.

Pengangguran DIY Bertambah pada Mei 2026

Berdasarkan data terakhir BPS DIY, jumlah penduduk usia kerja di DIY mencapai 3,07 juta orang. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, sebelumnya menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak 2,27 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 796.780 orang masuk kategori bukan angkatan kerja.

Adapun jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 tercatat sekitar 2,20 juta orang. Di tengah kenaikan jumlah pengangguran, tingkat pengangguran terbuka (TPT) DIY masih menjadi yang terendah secara nasional.

Imam menegaskan penguatan hubungan antara pendidikan dan dunia kerja menjadi salah satu langkah yang perlu dioptimalkan untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan tersebut. Kesesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan perusahaan diharapkan dapat meningkatkan peluang mereka mendapatkan pekerjaan.

"Sepanjang itu menjadi kewenangan kita, tentu kita bisa memfasilitasi dan membantu. Kami sangat terbuka untuk bekerja sama agar sekolah dapat menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja saat ini," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online