Kadin DIY Dukung Ekosistem Bambu dan Green Job, Pasar di Indonesia Baru 0,9 Persen
Kadin DIY memprioritaskan green job sektor bambu pada 2027 melalui penguatan SDM, integrasi rantai pasok, dan hilirisasi produk.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Malioboro Coffee Night (MCN) kembali digelar pada 29-31 Oktober 2026 dengan membawa perhatian pada petani kopi Nusantara. Selain mempertahankan tradisi pembagian ribuan cangkir kopi gratis, festival edisi keenam ini menghadirkan Pasar Kopi Nusantara, kelas penyeduhan manual, hingga lokakarya untuk mempertemukan petani, pelaku industri, dan pencinta kopi.
Adapun fokus event berada di depan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro Jogja. Tahun ini, festival mengusung tema “Dari Petani Untuk Indonesia, Kopi Indonesia Untuk Dunia”. Tema tersebut menegaskan fokus penyelenggara terhadap sektor hulu perkopian, terutama petani dan kebun kopi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih besar di tengah perkembangan bisnis kopi.
Ketua Komunitas Kopi Nusantara, Wisnu Imam Birowo, mengatakan acara ini menjadi salah satu upaya untuk mempermudah petani dalam menjangkau pembeli sekaligus membantu pelaku industri memperoleh bahan baku kopi.
"Pemerintah dan komunitas terus berupaya bagaimana memudahkan masyarakat yang sering memakai bahan baku kopi, terutama pelaku industrinya, untuk mendapatkan bahan baku serta memudahkan teman-teman petani," ujar Wisnu, Selasa (21/10/2026).
Petani Kopi dari Berbagai Daerah Dilibatkan
Malioboro Coffee Night #6 dirancang sebagai ruang pertemuan bagi petani dan pelaku usaha kopi dari berbagai wilayah Indonesia. Penyelenggara menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta melibatkan puluhan hingga ratusan petani dari sejumlah daerah.
Mereka berasal dari berbagai sentra kopi, mulai dari Gayo, Papua, Kalimantan, Jawa, hingga kawasan Indonesia bagian timur.
Menurut Wisnu, kegiatan ini juga membuka peluang interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Dengan demikian, hubungan antara petani dan pelaku industri diharapkan tidak hanya bergantung pada rantai distribusi yang panjang.
Perhatian terhadap sektor hulu menjadi salah satu pesan utama dalam penyelenggaraan MCN tahun ini. Penyelenggara menyoroti tantangan yang dihadapi petani, termasuk potensi beralih fungsinya kebun kopi dan kurangnya perhatian terhadap tradisi bertanam.
Melalui diskusi dan pertukaran gagasan selama festival, penyelenggara ingin mengajak masyarakat melihat keberlanjutan industri kopi dari sisi petani, bukan hanya dari perkembangan usaha di sektor pengolahan dan penjualan.
Format Acara Berubah, Ada Kelas dan Lokakarya Kopi
Perwakilan penyelenggara Malioboro Coffee Night, Andri, menjelaskan terdapat perubahan format dan penambahan durasi pelaksanaan dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
Jika sebelumnya pembagian kopi gratis dilakukan secara masif di jalanan dalam waktu singkat, kali ini kegiatan dikemas lebih terpusat dengan tambahan kelas, kompetisi, dan lokakarya.
"Ada perubahan format. Kalau dulu kita bagi-bagi kopi gratis secara masif di jalanan, sekarang kita lokalisir dan kemas dengan menghadirkan beragam kelas penyeduhan manual hingga workshop yang menarik bagi pencinta kopi," tutur Andri.
Meski format kegiatan berubah, pembagian ribuan cangkir kopi gratis tetap dipertahankan sebagai salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
Kehadiran kelas penyeduhan manual dan lokakarya diharapkan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kopi lebih jauh. Sementara itu, pertemuan petani dan pelaku usaha menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarpelaku dalam ekosistem perkopian nasional.
Malioboro Coffee Night #6 juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-270. Festival ini berlangsung dalam suasana peringatan sejumlah agenda pada Oktober, termasuk Hari Kopi Internasional dan Hari Batik Nasional, serta berdekatan dengan penyelenggaraan Jogja FestiSale.
Penyelenggara ingin menjaga suasana festival tetap meriah melalui semangat kebersamaan, persaudaraan, kesetaraan, serta perpaduan seni dan tradisi.
Melalui tema yang diusung tahun ini, MCN mengajak masyarakat mendiskusikan masa depan sektor hulu perkopian. Pertanyaan mengenai keberlanjutan petani, alih fungsi kebun kopi, dan minat generasi muda terhadap pertanian menjadi bagian dari gagasan yang ingin diperbincangkan selama tiga hari pelaksanaan.
Dengan mempertemukan petani, pelaku industri, dan masyarakat, Malioboro Coffee Night #6 diharapkan memperkuat apresiasi terhadap kopi lokal sekaligus memperluas perhatian terhadap keberlanjutan produksi kopi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY memprioritaskan green job sektor bambu pada 2027 melalui penguatan SDM, integrasi rantai pasok, dan hilirisasi produk.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam dan Bintan pada Oktober 2026, terdiri dari empat petugas PLN Batam dan satu kontraktor.
BP Tapera mendapat amanah mengelola pembiayaan hingga 350.000 unit rumah subsidi melalui skema KPR FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Ookla mencatat kecepatan unduh internet seluler Indonesia mencapai 52,01 Mbps pada kuartal III/2026, naik 43,4% secara tahunan.
Totok Daryanto mengukuhkan hampir 1.000 relawan di Kulonprogo untuk menyerap aspirasi warga dan mengawal persoalan masyarakat hingga DPR RI.