Pendiri Ayam Goreng Suharti Berpulang, Dimakamkan di Kalasan

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 15:27 WIB
Pendiri Ayam Goreng Suharti Berpulang, Dimakamkan di Kalasan

Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka datang dari dunia kuliner Indonesia. Hj. Suharti, sosok perintis jaringan rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti, meninggal dunia pada Jumat (30/10/2026) malam pukul 23.21 WIB.

Informasi kepergian Hj. Suharti disampaikan melalui akun Instagram resmi @ayamgorengsuhartiofficial pada Sabtu (31/10/2026). Keluarga mengabarkan bahwa perempuan yang dikenal sebagai pelestari kuliner ayam goreng khas Indonesia itu telah berpulang.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dengan penuh duka, kami sekeluarga mengabarkan bahwa telah berpulang ke rahmatullah Ibunda dan Eyang tercinta, Hj. Suharti,” tulis akun tersebut.

Ucapan belasungkawa dari masyarakat turut membanjiri media sosial. Sejumlah pesan duka diunggah ulang melalui Instagram Story akun Ayam Goreng Suharti sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah.

Keluarga juga memohon doa agar almarhumah mendapat ampunan atas segala dosa, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di surga.

“Kami memohon dibukakan pintu maaf atas segala kesalahan almarhumah semasa hidup,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Dimakamkan di Kalasan

Jenazah Hj. Suharti disemayamkan di rumah duka RM Ayam Goreng Suharti yang beralamat di Jalan Laksda Adisucipto No. 208, Yogyakarta.

Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) pukul 14.00 WIB di Makam Keluarga Candisari Bendan, Tirtomartani, Kalasan.

Kepergian Hj. Suharti menjadi kehilangan bagi keluarga dan masyarakat yang mengenal kiprahnya dalam dunia kuliner. Ia dikenal sebagai sosok di balik berkembangnya usaha ayam goreng yang telah menjadi salah satu nama legendaris kuliner Indonesia.

Merintis Usaha Ayam Goreng Sejak 1956

Perjalanan bisnis Hj. Suharti bermula pada 1956. Saat itu, ketika berusia sekitar 26 tahun, ia mulai merintis usaha ayam goreng dengan bantuan sang ayah.

Usaha tersebut dibangun dari skala kecil. Dengan sepeda tua, Suharti berkeliling membawa bakul besar berisi ayam goreng buatannya untuk ditawarkan kepada pembeli.

Perjalanan berjualan itu bahkan menjangkau wilayah Yogyakarta hingga Surakarta. Kegigihannya membawa usaha rumahan tersebut berkembang menjadi jaringan rumah makan yang dikenal luas.

Keahlian Suharti dalam mengolah ayam goreng juga memiliki kaitan erat dengan tradisi kuliner keluarganya. Ia merupakan cucu Mbok Berek, sosok legendaris yang dikenal sebagai pelopor ayam goreng gaya Kalasan di Indonesia.

Warisan keahlian keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suharti dalam mengembangkan usaha kuliner yang namanya melekat di tengah masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online