Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Ilustrasi (en.wikipedia.org)
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=366228" rel="attachment wp-att-366228">http://images.harianjogja.com/2013/01/Batik_Tulis-349x310.jpg" alt="" width="349" height="310" />KULONPROGO -- Warga Kulonprogo diajak menolak batik printing. Alasannya, batik printing bukanlah batik melainkan kain cap yang berbentuk seperti batik.
Ajakan tersebut disampaikan penyuluh batik Basu Swastha Dharmmesta dalam penyuluhan perajin batik yang digelar Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Kulonprogo, Selasa (8/1/2013) di Gedung Kaca. “Printing itu mematikan industri batik tradisional. itu bukan batik, hanya kain cap yang seperti batik,” kata Basu.
Menurut dia, untuk menjaga agar batik asli tetap hidup, perajin harus berkomitmen dalam jangka panjang untuk menolak kehadiran printing. Setelah printing masuk, dapat dipastikan industri batik yang terdiri dari banyak mata rantai akan mati dengan sendirinya.
Basu mengatakan, satu contoh yang cukup bagus adalah komitmen Walikota Jogja melarang masuknya printing di XT Square. “Saya mengajak semua perajin mari melawan kain cap yang motifnya mirip batik, dan hanya mencari untung dalam junlah besar dalam waktu singkat,” terangnya.
Dosen Manajemen UGM ini mengatakan, di DIY tidak ada perajin batik yang menonjol. Meski demikian, batik dari Bantul mendominasi batik di DIY. Perajin batik dari Bantul mampu menyuguhkan corak hingga warna yang dibutuhkan konsumen sehingga permintaan meningkat.
Puryanto dari Sinar Abadi Batik mengatakan, kehadiran printing memang meresahkan perajin di Kulonprogo. Ironisnya saat ini sebagian besar batik gebleg renteng yang digunakan siswa sekolah mulai SD hingga SMA menggunakan batik printing. Padahal, gebleg renteng diprogramkan bupati untuk menggairahkan perajin batik lokal.
"Data yang ada di asosiasi perajin batik saat ini hanya 20 persen saja yang digarap perajin. Sisanya sebagian besar printing. Padahal seharusnya menggunakan batik asli produksi perajin Kulonprogo," katanya.
Dia mengatakan, asosiasi sebenarnya sudah berupaya mencari tahu asal batik printing yang digunakan siswa sekolah. Sayang, karena minimnya sumber daya asosiasi tidak bisa berbuat lebih jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Wapres Gibran menyampaikan duka atas gempa M 7,7 di NTT dan memastikan pemerintah mempercepat evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
BMKG mencatat tsunami akibat gempa Nagekeo terdeteksi di 10 titik pesisir, dengan gelombang tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende.
Pemadaman listrik terjadi bersamaan di Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Otoritas energi ketiga negara menyelidiki penyebab gangguan.