OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
KULONPROGO -- Lantaran tinggi gelombang yang mencapai tujuh meter, puluhan nelayan di Pantai Congot puasa melaut. Cuaca buruk diperkirakan masih bertahan beberapa hari ke depan.
"Sudah empat hari ini tidak melaut karena gelombang tinggi, sekitar enam sampai tujuh meter. Ngeri, sama sekali tidak ada nelayan sini yang melaut. Kemungkinan akan berlangsung selama sepekan," kata salah satu nelayan, Sariman,48, Selasa (8/1/2013).
Menurutnya, selama tidak melaut biasanya para nelayan Pantai Congot beralih mencari ikan di Sungai Bogowonto. Tapi saat ini juga sulit karena sungai sedang banjir. Karena itu, daripada menganggur para nelayan mengisi waktu dengan mengumpulkan kayu bakar dari sampah yang banyak berserakan di pantai.
"Hasilnya dijual, satu kubik Rp20.000. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga ya tidak cukup. Cuma sambil menunggu, kalau ombak sudah bagus melaut lagi," tambah Sariman.
Hal senada diungkapkan nelayan lain, Wito Darsono,53. Menurutnya, selama tidak melaut otomatis para nelayan kehilangan penghasilan. Sambil nunggu ombak kecil, mereka mengumpulkan kayu bakar.
"Kalau melaut musim bawal bisa dapat Rp1 juta hingga Rp2 juta. Setelah disetor diambil operasional dibagi dua [awak perahu], satu orang bisa dapat bersih Rp400.000 sampai Rp500.000," pungkasnya.
Prakirawan BMKG Jogja, Subandi mengatakan, sejak 13 Desember silam memang tinggi gelombang di pantai selatan Jawa cenderung terus meningkat. Dari semula setinggi dua meter sampai saat ini mencapai empat meter lebih dan ini diprediksi masih akan naik terus.
Gelombang tinggi ini terjadi karena munculnya pusat tekanan rendah di timur Nusa Tenggara hingga Sumatra. Ada sekitar lima pusat tekanan rendah yang menyebabkan angin kencang dengan kecepatan 35 kilomter perjam yang memicu terjadinya gelombang tinggi. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.