Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
KULONPROGO -- Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD, Hardiyono mengatakan bencana pohon tumbang terjadi di hampir semua wilayah Kulonprogo. Selain di Wates, pohon juga tumbang di Galur, Lendah, Panjatan, Pengasih, Sentolo serta Girimulyo.
“Ada sebagian yang tumbang menimpa bangunan, tapi lebih banyak yang tumbang dan menutup akses jalan raya,” tutur Hardiyono, Kamis (10/1/2013).
Menurut Hardiyoni, angin yang berhembus kencang sejak Rabu (9/1/2013) sore merupakan imbas dari badai Cyclon Tropis yang terjadi di wilayah selatan Indonesia. Wilayah Kulonprogo masuk dalam areal pinggir dari pusaran badai yang berkecepatan 138 kilometer per jam itu.
Menyusul terjadinya angin kencang, BPBD menyiagakan lima personel serta dua mesin chainsaw sebagai bentuk tanggap darurat bencana. “Kami belum bisa memperkirakan sampai kapan angin kencang akan terjadi tapi masyarakat diharapkan waspada dan menghindari pohon berukuran besar saat angin berhembus,” kata dia.
Angin kencang juga menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah Kulonprogo putus total. Supervisor Teknik PLN Wates, Basuki Terianto belum bisa dihubungi tekrait hal itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.