Puluhan Warung Liar Dibongkar di Bantul

Jum'at, 11 Januari 2013 16:37 WIB
Puluhan Warung Liar Dibongkar di Bantul

BANTUL  -- Sekitar 25 warung semi permanen di sekitar Cepuri Parangkusumo, Dusun Mancingan, Parangtritis, Kretek, Bantul, dibongkar secara swadaya, Jumat (11/1/2013). Mau tidak mau, para pemilik warung tersebut harus menempati jatah kios di kawasan relokasi sisi barat taman Cepuri.

Sejatinya, batas akhir pembongkaran warung itu dijadwalkan Kamis (10/1/2013). Namun, Satpol PP Bantul bersedia memberi kelonggaran karena para pedagang itu biasa kebanjiran pengunjung pada malam Jumat Kliwon.

“Sejak akhir 2012, sejumlah warung sudah dibongkar pemiliknya dengan penuh kesadaran,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul, Suparmadi.

Diberitakan sebelumnya, sejak November 2012, Satpol PP Bantul telah melayangkan surat perintah pembongkaran bangunan atau lapak.

Pembongkaran puluhan warung semi permanen itu demi penataan ulang kawasan obyek wisata Pantai Parangtritis agar tidak terkesan kumuh. Sebab, warung-warung itu berdiri di atas lahan bekas permukiman yang digusur Pemkab Bantul pada 2006 silam.

Ditemui Harian Jogja di sela kesibukan membongkar warung miliknya, Mardiyanto, 45, mengaku belum siap merugi jika harus berdagang di kawasan relokasi. “Wisatawan mana yang mau mampir ke kawasan relokasi? Lokasinya jauh dari pantai,” ujar ayah dua anak itu, kemarin.

Tiap malam Selasa dan Jumat Kliwon, Mardiyanto menerangkan, penghasilannya dari berdagang makanan dan minuman bisa mencapai sekitar Rp400.000. Adapun pada hari biasa, rata-rata mampu mendapat pemasukan sekitar Rp100.000.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online