Nelayan Bantul Sudah Tak Melaut 10 Hari

Jum'at, 11 Januari 2013 17:48 WIB
Nelayan Bantul Sudah Tak Melaut 10 Hari

http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/11/nelayan-bantul-sudah-tak-melaut-10-hari-367400/img_0011-2" rel="attachment wp-att-367402">http://images.harianjogja.com/2013/01/IMG_00111-370x242.jpg" alt="" width="370" height="242" />BANTUL -- Akibat cuaca buruk, sudah 10 hari nelayan di panai selatan Bantul tidak melaut. Nelayan tidak berani melaut karena ombak mencapai ketinggian lima hingga tujuh meter.

salah satu warga Dusun Samas, Tri Mulyadi, 26, menuturkan sudah sekitar sepuluh hari nelayan menggantung mesin perahu alias tidak melaut.

Jika dipaksakan tetap melaut, Tri menambahkan, perahu berpanjang sembilan meter milik nelayan bakal mudah terhempas dan terbalik. “Satu hari sebelum tiba musim angin kencang, perahu kami terbalik dan kami terhempas saat hendak mengangkat jangkar penangkap lobster,” kenang Tri, Jumat (11/1/2013).

Adapun kemarin, kondisi ombak di Pantai Samas terbilang sudah lebih landai dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, nelayan tetap tidak berani melaut karena angin masih kencang. “Angin kencang ini biasanya berlangsung selama dua minggu,” imbuh Tri.

Selama menunggu ombak pasang dan angin kencang mereda, para nelayan di Pantai Samas hanya mengisi waktu luang dengan membenahi jaring dan piranti penangkap ikan yang lain. “Kebetulan hasil panen lobster dua pekan lalu masih mencukupi kebutuhan sehari-hari,” terang Tri.H

arga lobster tiap kilogram mencapai Rp250.000. Sedangkan, hasil tangkapan dari jaring yang ditambatkan pada jangkar yang dibenamkan selama satu hari satu malam mampu menangkap lobster hingga belasan kilogram.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online