Sepi, Puluhan Kios di XT Square Jogja Ditutup

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 22 Januari 2013 17:48 WIB
Sepi, Puluhan Kios di XT Square Jogja Ditutup

JIBI/Desi Suryanto Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono dan jajaran Direksi PD Jogjatama Vishesha melepaskan balon dan burung derkuku sebagai penanda dilakukannya soft launching zona kerajinan di XT-Square di Jalan Veteran, Yogyakarta, Kamis (20/12/2012). PD Jogjatama Vishesha secara resmi telah melakukan soft launching 100 kios di zona kerajinan di XT-Square.

http://images.harianjogja.com/2013/01/201212-Harian-Jogja-XT-Square-012-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" />JOGJA -- Hingga pertengahan Januari 2013, sedikitnya 20 kios di XT Square memilih tutup karena sepi pembeli. Namun, mereka akan kembali membuka lapak bila pengunjung sentra kerajinan baru di Jogja itu mulai ramai.

Nurlita, 27, warga Umbulharjo, salah satu pemilik kios kerajinan di XT Square mengaku, dia hanya membuka kios dua pekan sejak pembukaan XT Square Desember lalu.

“Selama dua pekan, hanya beberapa pembeli yang datang. Tapi tidak semua membeli. Padahal waktu itu masa libur akhir tahun. Karena terus sepi, saya memilih tutup saja dulu. Nanti buka kalau ramai,” tandas Nurlita, Selasa (22/1/2013).

Direktur Operasional dan Pemasaran PD Jogjatama Vishesha, Widihasto Wasono  Putro sebagai pengelola XT Square tidak menampik bila banyak penyewa kios yang memilih tutup saat ini. Hasto mengakui, hingga kini jumlah kunjungan ke XT Square masih jauh dari harapan. Sebagai pasar baru, hal itu tak ubahnya sebagai proses yang harus dilewati oleh para pedagang.

Saat ini, terdapat 200 kios yang disewa oleh para produsen kerajinan, pakaian, oleh-oleh maupun kuliner di Jogja. Namun dari jumlah tersebut 5% atau 20 kios ditutup kembali oleh pemilik.

“Kalau masih sepi kunjungan, memang iya. Kami butuh waktu untuk terus melakukan sosialisasi. Ini kan tujuan wisata baru, jadi tidak bisa instant,” tambah Widihasto saat ditemui di XT Square, kemarin.

Managemen, sambung Widihasto, sudah mengirim surat teguran ke sejumlah pemilik kios yang tutup. Managemen berharap agar para pedagang kembali buka. Manajemen memberikan tenggang waktu hingga akhir Januari 2013 ini agar mereka buka kembali. Sebab, untuk membuat pusat kerajinan tersebut ramai dibutuhkan sinergi antara pedagang dengan pengelola.

“Bila tidak buka, kami terpaksa akan mengganti dengan penyewa lain yang sudah masuk daftar tunggu (waitinglist), biaya yang sudah dikeluarkan untuk sewa akan kami kembalikan. Kita butuh komitmen bukan hanya sekadar uang sewa,” tegasnya.

Berdasarkan daftar, dari 200 kios yang sudah disewakan sebanyak 70% sudah membayar biaya sewa. Pengelola membutuhkan waktu untuk membangun image terhadap XT Square.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online