Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
BANTUL – Mendengar kabar bahwa peredaran narkoba di Jogja diduga dikendalikan oleh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika DIY Kelas II A di Pakem, Sleman, Ariyanto, mantan pecandu heroin asal kecamatan Jetis, Jogja, mengaku tidak terlalu terkejut.
“Selama suap masih jadi tradisi, peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan (rumah tahanan) niscaya akan terhenti,” kata laki-laki berumur 37 tahun yang kini menjadikoordinator penjangkau dalam kegiatan Harm Reduction Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi DIY, Kamis (24/11/2013).
Menurut Ari, sapaan akrabnya, yang ada di pikiran para pecandu hanyalah bagaimana caranya bisa terus mengkonsumsi tiap hari. Alhasil, mereka tidak segan bertindak kriminal demi menebus “barang” agar tidak sakaw (sakit karena putaw).
“Keluar tanpa uang, pulang bisa bawa heroin,” kenang Ari yang mengaku sudah keluar masuk di sejumlah tahanan tingkat polsek hingga rumah tahanan (rutan) Wirogunan, Jogja, karena bermacam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Sebab, imbuh anak pertama dari empat bersaudara itu, sekaya apapun pecandu hartanya bakal ludes. Selain mahal, narkoba juga terus mendorong pemakainya untuk terus menambah dosis tiap hari. “Sekarang, harga heroin per 0,25 gram sudah mencapai Rp350.000,” ungkapnya.
Padahal, takaran 0,25 gram heroin belum tentu dapat mencukupi kebutuhan pecandu dalam satu hari. Pasalnya, dengan harga sama, kualitas heroin berbeda-beda tiap hari. Kalau kualitasnya rendah, otomatis pecandu butuh lebih banyak asupan untuk mencegah sakaw.
“Niat untuk sembuh saja belum cukup. Harus ada dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Sayang, niat pecandu untuk sembuh sering tidak dipercaya,” pungkas Ari yang telah memantapkan hatinya untuk sembuh sejak 2010 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jepang memperketat syarat permanent resident bagi warga asing. Pendapatan, pensiun, bahasa Jepang hingga kepatuhan kini diperiksa.
Daftar terbaru Kabinet Merah Putih usai reshuffle 1 Oktober 2026, termasuk menteri, wamen, menko, Kapolri, dan pejabat baru.
Media Malaysia menyoroti tambahan waktu Indonesia vs Bangladesh yang berujung dua gol penentu dan membawa Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Hasil FP1 Moto3 Jepang 2026: Ryusei Yamanaka tercepat, sedangkan Veda Ega Pratama finis di posisi ke-16.
Bedah buku 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Bantul mendorong masyarakat memahami kerja legislatif dan aktif mengawasi kinerja wakil rakyat.