PEREDARAN NARKOBA: Tak Segan untuk Mencuri

Kamis, 24 Januari 2013 22:00 WIB
PEREDARAN NARKOBA: Tak Segan untuk Mencuri

 

BANTUL – Mendengar kabar bahwa peredaran narkoba di Jogja diduga dikendalikan oleh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika DIY Kelas II A di Pakem, Sleman, Ariyanto, mantan pecandu heroin asal kecamatan Jetis, Jogja, mengaku tidak terlalu terkejut.

“Selama suap masih jadi tradisi, peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan (rumah tahanan) niscaya akan terhenti,” kata laki-laki berumur 37 tahun yang kini menjadikoordinator penjangkau dalam kegiatan Harm Reduction Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi DIY, Kamis (24/11/2013).

Menurut Ari, sapaan akrabnya, yang ada di pikiran para pecandu hanyalah bagaimana caranya bisa terus mengkonsumsi tiap hari. Alhasil, mereka tidak segan bertindak kriminal demi menebus “barang” agar tidak sakaw (sakit karena putaw).

“Keluar tanpa uang, pulang bisa bawa heroin,” kenang Ari yang mengaku sudah keluar masuk di sejumlah tahanan tingkat polsek hingga rumah tahanan (rutan) Wirogunan, Jogja, karena bermacam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Sebab, imbuh anak pertama dari empat bersaudara itu, sekaya apapun pecandu hartanya bakal ludes. Selain mahal, narkoba juga terus mendorong pemakainya untuk terus menambah dosis tiap hari. “Sekarang, harga heroin per 0,25 gram sudah mencapai Rp350.000,” ungkapnya.

Padahal, takaran 0,25 gram heroin belum tentu dapat mencukupi kebutuhan pecandu dalam satu hari. Pasalnya, dengan harga sama, kualitas heroin berbeda-beda tiap hari. Kalau kualitasnya rendah, otomatis pecandu butuh lebih banyak asupan untuk mencegah sakaw.

“Niat untuk sembuh saja belum cukup. Harus ada dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Sayang, niat pecandu untuk sembuh sering tidak dipercaya,” pungkas Ari yang telah memantapkan hatinya untuk sembuh sejak 2010 lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online