TEKA TEKI BANDARA BARU: Sultan Emoh, Pemkab Kulonprogo Berharap

Selasa, 29 Januari 2013 16:41 WIB
TEKA TEKI BANDARA BARU: Sultan Emoh, Pemkab Kulonprogo Berharap

Sultan HB X (JIBI/Harian Jogja)

http://images.harianjogja.com/2013/01/sultan2.jpg" alt="" width="330" height="260" />KULONPROGO -- Meski Gubernur DIY Sultan HB X sudah tidak berminat membangun bandara di Kulonprogo, Pemkab masih berjuang agar proyek tersebut jadi dibangun.

Sebelumnya, Gubernur DIY, meminta PT Angkasa Pura (AP) I mengajukan lokasi alternatif selain di daerah Kulonprogo. Pasalnya, harga tanah di daerah tersebut melonjak dari Rp20.000-Rp50.000 per meter menjadi Rp300.000-Rp500.000 per meter pasca-beredarnya kabar bahwa tanah tersebut akan dijadikan bandara.

Meski demikian, Sultan enggan memberitahukan lokasi alternatif mana yang dirasa cukup untuk membangun lokasi baru pengganti Bandara Adisutjipto.

"Saya tidak mau ngomong, nanti kalau saya ngomong harga tanah akan naik
lagi," kata Sultan beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Lokal Kulonprogo, Triyono mengaku dia belum mendengar informasi tersebut. "Bagi pemkab, soal tanah kan memang belum sampai proses penawaran," ujar dia, Selasa (29/1/2013).

Pemkab tetap berpegang pada proses saat ini yakni identifikasi lahan, kemudian BPN akan melelang ke apraisal independen yang akan melakukan penilaian setiap bidang tanah yang akan dibeli serta disosialisasikan pada masyarakat.

Ia melanjutka, jika masyarakat menyetujui hasil apraisal, prosesnya bisa berjalan terus. Tapi kalau keberatan, maka Gubernur akan membentuk tim pengkaji apakah keberatan itu masuk akal atau tidak.

"Kalau keberatan, kan bisa mengajukan ke pengadilan biar nanti diputuskan pengadilan. Jadi itu prosesnya sebelum negosiasi soal harga tanahl imbuh dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online