Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan empat warga Padukuhan Pelem, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, terkonfirmasi positif antraks. Puluhan warga lain yang memiliki riwayat kontak dengan kambing mati mendadak kini masuk dalam pemantauan.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah seorang warga memeriksakan diri ke puskesmas dengan gejala klinis yang mengarah pada antraks. Penyelidikan epidemiologis kemudian dilakukan terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan kambing yang sebelumnya lemas dan mati mendadak.
Dari penelusuran awal, terdapat tujuh warga yang berstatus suspek antraks. Setelah menjalani pemeriksaan, empat orang dinyatakan terkonfirmasi positif.
“Setelah dilakukan pengetesan, empat warga dinyatakan positif antraks. Upaya pengobatan juga telah dilakukan dan kondisinya membaik,” kata Ismono, Jumat (2/10/2026).
Selain empat warga yang terkonfirmasi, Dinkes Gunungkidul menemukan 47 orang lainnya yang masuk kategori berisiko terpapar. Mereka memiliki riwayat kontak dengan hewan maupun produk hewan yang berasal dari kambing yang mati mendadak.
Ismono mengatakan 47 warga tersebut masih dalam pemantauan. Mereka juga mendapatkan antibiotik profilaksis sebagai langkah pencegahan munculnya kasus baru.
“Populasi berisiko tetap diamati sampai 60 hari atau dua kali masa inkubasi,” ujarnya.
Kasus antraks tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul. Petugas mengambil sampel tanah di sekitar lokasi penyembelihan kambing untuk mengetahui kemungkinan keberadaan bakteri penyebab antraks.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti, mengatakan hasil pemeriksaan sampel tanah telah keluar pada Kamis (1/10/2026) dan dinyatakan positif mengandung Bacillus anthracis.
“(Kami) akan melakukan upaya-upaya penanganan dan pencegahan agar kasusnya tidak semakin meluas,” katanya.
Penanganan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menyembelih maupun mengonsumsi hewan yang mati mendadak.
DPP Gunungkidul mengingatkan warga agar tidak melakukan praktik brandu, yakni menyembelih hewan yang mati mendadak kemudian membagikan dagingnya kepada warga. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan kompensasi bagi pemilik ternak yang hewannya mati mendadak sebagai bagian dari upaya mencegah praktik tersebut.
Kasus ini sebelumnya terungkap setelah tujuh ekor kambing milik lima warga di Dadapayu mati mendadak. Dari jumlah tersebut, tiga ekor sempat disembelih dan dagingnya dibagikan untuk dikonsumsi.
Lurah Dadapayu, Nanang Arijana, mengatakan sebagian kambing memang telah dikubur, tetapi terdapat dua atau tiga ekor yang dibrandu sebelum kemudian dagingnya dibagikan kepada warga.
“Kambing yang mati ada yang dikubur. Tapi, ada juga yang dibrandu dua atau tiga ekor untuk dibagi-bagikan ke warga. Setelah itu, ada warga yang mengalami gejala sakit hingga berobat ke puskesmas,” kata Nanang saat dihubungi Selasa (29/9/2026).
Menurut Nanang, warga sebelumnya tidak mengetahui adanya dugaan antraks pada ternak tersebut. Kambing-kambing itu juga telah lama dipelihara oleh pemiliknya.
Sebelum hasil pemeriksaan keluar, Dinkes Gunungkidul telah melakukan penelusuran terhadap warga yang mengolah maupun mengonsumsi daging kambing tersebut. Dalam pemberitaan Harianjogja.com pada 29 September 2026, tercatat 54 orang di Padukuhan Pelem dan Kerdon memiliki riwayat mengonsumsi daging dari kambing yang mati mendadak.
Masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menyembelih, mengolah, atau mengonsumsi hewan yang sakit maupun mati mendadak. Hewan yang mati mendadak perlu segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Honda kembali menggandeng Red Bull di MotoGP 2027. Kerja sama ini juga berdampak pada Fabio Quartararo yang meninggalkan Monster Energy.
Media asing menyoroti reshuffle Kabinet Prabowo, terutama pergantian Menlu Sugiono oleh diplomat karier Arrmanatha Nasir.
Sembilan tahun Batik Enom, Devie Fransisca membuktikan batik bisa menjadi pakaian sehari-hari melalui inovasi warna, desain, hingga jersey batik.
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.