Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
SLEMAN-Pasca penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cebongan masih diperketat. Bahkan bantuan pengamanan sebanyak 30 anggota Brimob setiap malam hari masih diberlakukan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Rusdiyanto mengatakan sejauh ini pengamanan selepas penyerangan belum diturunkan. Alasannya, pengamanan utama seperti kamera CCTV juga belum bisa digunakan.
"Kami sudah mengajukan permohonan penggantian kamera CCTV dan servernya ke pusat senilai Rp36 juta namun belum terealisasi. Memang masih proses. Untuk itu pengamanan masih diperketat," jelas Rusbiyanto di LP Kelas IIB Cebongan seusai acara Hari Bhakti Pemasyarakatan, Selasa (16/4).
Rusdiyanto menambahkan pengamanan ini masih ditujukan pada 31 saksi dalam penembakan beberapa waktu lalu. Ini wujud perlindungan yang diberikan negara dengan memperketat penjagaan pada malam hari di LP Cebongan.
"Yang jelas sudah evaluasi kinerja selama ini. Dan jika dulu kami hanya memperhatikan pengamana dari luar, kini kami juga memikirkan pengamanan dari luar. Kemungkinan, nanti ke depan CCTV bisa online dengan polsek setempat (Polsek Mlati)," jelas Rusdiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Sidang praperadilan eks Jampidsus Febrie Adriansyah mempersoalkan penetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan hingga sprindik
Donald Trump membuka peluang bertemu kembali dengan Kim Jong Un pada November 2026 saat kunjungan ke Asia.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi