Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/16/arus-bawah-pdip-gunungkidul-bergejolak-397470/logo-pdip-6" rel="attachment wp-att-397472">http://images.harianjogja.com/2013/04/logo-pdip1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />GUNUNGKIDUL–Suasana internal PDIP kian memanas paska turunnya surat keputusan yang menutup langkah delapan kader PDIP yang tersandung kasus dugaan korupsi untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Para kader yang tertutup langkahnya menuding ada upaya politis untuk menyingkirkan mereka dari bursa caleg untuk pemilu 2014.
Mantan ketua DPC PDIP dan Ketua DPRD Gunungkidul nonaktif Ratno Pintoyo ketika dihubungi wartawan Selasa (16/4) mengatakan dirinya menduga ada upaya sistematis yang dilakukan ketua DPD PDIP DIY Idham Samawi untuk menyingkirkan kader yang tengah tersangku kasus dugaan korupsi.
Ratno juga mengatakan dirinya merasakan keganjilan dalam surat yang dikeluarkan DPP.
Menurutnya, DPP PDIP menanggapi surat tanpa nomor surat yang jelas dari DPD PDIP Gunungkidul. “Surat bodong kok ditanggapi DPP, ini rasanya sangat aneh,” tegasnya.
Bahkan, menurutnya selama ini partainya terkesan menacuhkan kedelapan kadernya yang terganjal kasus dugaan korupsi. “Kami mengupayakan upaya hukum sendiri, mana ada bantuan pembelaan dari DPD PDIP DIY pimpinan Idham Samawi,” tanyanya lagi.
Dia mengatakan saat ini surat itu mulai menimbulkan reaksi dari arus bawah PDIP Gunungkidul. Mereka umumnya merasa kecewa dengan disingkirkannya delapan punggawa PDIP di Gunungkidul ini. Bahkan menurutnya beberapa pengurus anak
cabang mulai ribut untuk melakukan aksi mengundurkan diri. “Semua dipicu karena arogansi DPD dan DPP yang tidak melihat realita di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP DIY Bambang Praswanto mengatakan, keputusan untuk tidak mencalonkan dan dicalonkan bagi kader yang tersangkut kasus korupsi adalah keputusan dari DPP PDIP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.