UN 2013 : Bupati Larang Penerbitan Izin Keramaian

Senin, 22 April 2013 04:15 WIB
UN 2013 : Bupati Larang Penerbitan Izin Keramaian

BANTUL–Bupati Bantul Sri Suryawidati melarang seluruh jajaran camat dan kepala desa di Bantul mengeluarkan izin keramaian selama berlangsungnya ujian nasional (UN) bagi siswa sekolah. Bupati khawatir kegiatan yang mengundang keramaian berdampak buruk bagi situasi dan kondisi yang tidak mendukung konsentrasi anak mengikuti ujian.

“Kami mengimbau izin keramaian apapun ditanggunhkan dulu selama anak-anak mengikuti ujian akhir nasional. Saya tidak ingin situasi yang tidak kondusif berdampak buruk bagi nasib anak-anak menghadapi ujian ini,” kata Bupati di sela-sela pelantikan Kades Imogiri terpilih, Senin (22/4).

Penangguhan izin keramaian untuk kegiatan yang mengundang masyarakat dapat berdampak buruk memecah konsentrasi anak-anak dalam belajar dan menyiapkan diri mengikuti ujian. Penangguhan izin tidak hanya berlangsung pada ujian akhir nasional tingkat SMP dan sederajat yang tengah berjalan, namun juga selama pelaksanaan UAN tingkat SD dan sederajat.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Misbakhul Munir, menambahkan larangan tidak diterbitkan izin keramaian telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati ke seluruh jajaran camat dan telah ditindaklanjuti ke tingkat desa.

Tujuan larangan menggelar kegiatan keramaian tidak bermaksud lain selain untuk mendukung suasana kondusif anak-anak sekolah yang tengah menghadapi ujian.

“Edaran sudah sampai ke camat dan kami instruksikan untuk di tindaklanjuti ke tingkan desa. Ini semata-mata dukungan yang harus diberikan untuk anak-anak kita yang tengah menempuh ujian nasional agar tidak terganggu kegiatan maupun hiburan,” ujarnya.

Sementara pada hari pertama ujian akhir nasional tingkat SMP dan sederajat di Bantul berjalan tanpa kendala berarti. Mengantisipasi berbagai tindak kecurangan yang kemungkinan dilakukan peserta ujian, SMPN 1 Bantul memasang kamera CCTV di 11 ruang kelas yang menjadi tempat ujian. Di SMPN 1 Bantul, pelaksaan ujian nasional diikuti 219 siswa.

Kepala SMPN 1 Bantul yang juga Ketua Pokja 1 Kecamatan Bantul, Bambang Edy Sulistiana mengatakan, sistem pemantauan ujian juga untuk mengawasi pengawas saat berlangusng ujian. Sistem CCTV ini terpantau dari ruangan kerja kepala sekolah dan disaksikan guru atau pengawas independen.

"Ini salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk memantau pelaksaan ujian nasional agar tetap berlangsung jujur,” ungkap Edy.

Penggunaan kamera CCTV di SMP tersebut sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan manfaatnya cukup positif. Di Pokja 1, tercatat ada 1.090 peserta ujian, terdiri dari SMPN 1 Bantul 219 peserta, SMPN 2 Bantul 204 peserta, SMPN 3 Bantul 216 peserta, SMP Muhammadiyah Bantul 87, SMP Putratama 20 peserta, SMP YP lima peserta, SMP Bopkri delapan , SMP Patria 17 peserta, SMP Islam Prestasi 10 peserta dan SMP Muhammadiyah Pepe 38 peserta.

"Sedang SMP Patria dan SMP Bopkri bergabung ke SMPN 2 Bantul, SMP YP dan SMP Islam Prestasi bergabung ke SMPN 3 Bantul serta SMP Muhammadiyah Bambanglipuro bergabung ke MTs Negeri Bantul. Jumlah total siswa yang menggabung ada 13 peserta," ujar Edi.

Dia juga yakin tahun ini target kelulusan 100% bisa tercapai karena didukung kesiapan yang matang.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul, Partini, mengatakan ada 21 anak berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian nasional tahun ini di SMPN 2 Sewon, SMP PGRI Kasihan, SMP Muhammadiyah 1 Pundong dan SMPN 1 Banguntapan.

Ia menambahkan pelaksanaan UN hari pertama diikuti sebanyak 11.214 peserta dari total 110 sekolah termasuk dua sekolah terbuka. Dari jumlah itu terdapat 14 sekolah digabung mengikuti UN sekolah lain karena peserta yang minim peserta.. “Dua sekolah yang belum mengikuti UN yakni SMP Kesatuan Bangsa dan SMP Unggulan,"ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online