Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
SLEMAN—Sepinya kondisi terminal tak hanya terjadi di Condongcatur, Tempel dan Jombor, Sleman. Kondisi yang tak kalah sepi juga terlihat di Terminal Pakem. Di terminal yang ada di lereng Gunung Merapi ini, hampir tak ada satu calon penumpang yang mau menunggu angkutan umum di dalam terminal. Mereka memilih menunggu di depan Pasar Pakem atau portal keluar terminal.
Lebih mirisnya lagi, penumpang yang menggunakan angkutan jurusan Condongcatur – Kaliurang juga semakin minim. Setiap berhenti di terminal, sopir hanya bisa mengangkut tiga orang penumpang jika beruntung, namun lebih sering kosong.
Menurut salah satu orang yang tinggal di Terminal Pakem, Wantini, Terminal Pakem hanya ramai saat pasaran saja, yakni pada Pon dan Legi. Selain dua hari itu terminal akan lengang, bahkan pada hari libur sekalipun.
“Dulu Terminal Pakem ini ramai sekali, tapi sekarang sangat sepi. Bahkan sopir saja enggak mau ngetem [menunggu penumpang] di sini. Semua memilih melanjutkan perjalanan dan mencari penumpang di jalan saja,” kata Wantini saat ditemui di Terminal Pakem, Minggu (21/4).
Wantini mengatakan, keadaan terminal yang sepi ini terjadi sejak lama. Pasalnya kondisi angkudes yang sudah tidak layak membuat calon penumpang enggan naik angkudes. Selain itu sudah banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi.
Salah satu sopir angkudes jurusan Condongcatur–Kaliurang, Wakijo, jumlah penumpang kini semakin berkurang. Dia mengaku, setiap kali jalan, bisa mengangkut enam orang penumpang sudah sangat beruntung, minimal bisa memutar uang untuk membeli solar.
“Kalau mengangkut enam orang saja sudah baik. Tapi kalau dari terminal, baik di Pakem maupun di Condongcatur sama saja. Tidak bakal ada penumpang yang naik dari terminal,” kata Wakijo.
Wakijo mengatakan meskipun nama trayeknya Kota [Jogja]–Kaliurang, namun dirinya mengaku jarang mengantarkan penumpang sampai Kaliurang. Sebab jika sampai ke Kaliurang, ongkos untuk naik lebih mahal.
“Kalau yang naik dari Condongcatur ke Kaliurang ada enam orang, kami berani langsung menuju ke Kaliurang, kalau kurang, saya tekor. Itu sudah impas untuk beli solar. Nanti saya ambil untung dengan menaikkan orang lain di jalan,” jelas Wakijo.
Dia mengaku untuk tarif tergantung jauh dekatnya tujuan. Jika dari Condongcatur ke Kaliurang dia biasanya menarik Rp10.000 untuk satu penumpang. Dan untuk sehari, Wakijo biasanya bisa dua kali perjalanan pergi pulang.
“Kami hanya mengandalkan orang yang naik dari Mirota Kampus menuju ke Banteng. Di sini banyak sekali penumpang. Kalau di sini tidak ada penumpang alamat kami akan tekor untuk perjalanan,” jelas Wakijo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
George Russell raih pole position Sprint F1 GP Belanda 2026 di Zandvoort. Unggul 0,041 detik atas Norris. Verstappen di posisi 6
Hull City vs Manchester United di pekan perdana Liga Inggris 2026-2027, Sabtu (22/8). Carrick waspadai tim promosi, Jakirovic janji sulitkan MU
KPK mengungkap peran guru sebagai koordinator siswa dalam dugaan jual beli kursi Unsoed dengan harga Rp50 juta hingga Rp500 juta.
4,3 juta mobil listrik di China direcall karena masalah gagang pintu elektronik yang dinilai berisiko saat kendaraan kehilangan daya.
Dapat panggilan nomor asing yang cuma berdering sekali? Waspada modus wangiri dan jangan asal menelepon balik.